Ketua Komisi X: Waspadai Ancaman Lost Generation Dampak COVID-19
Rabu, 13 Mei 2020 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara metode pembelajaran jarak jauh berbasis internet mengalami banyak tantangan karena perbedaaan karakteristik daerah, tidak meratanya akses internet, hingga perbedaan kapasitas pengajar dan peserta didik di masing-masing wilayah. “Kondisi ini membuat banyak peserta didik yang kehilangan waktu belajar. Mereka terpaksa hanya berdiam diri di rumah dan menerima materi pelajaran seadanya dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Hilangnya waktu belajar ini, lanjut Huda berdampak pada tidak terpenuhinya standar pengetahuan dan kompetensi yang harusnya diterima oleh peserta didik dalam satu jenjang Pendidikan. Dalam jangka panjang kondisi ini akan mempengaruhi kualitas dari satu generasi yang kebetulan tumbuh di masa pandemi COVID-19.
“Selain itu pembatasan sosial yang memaksa anak harus banyak di rumah memunculkan ancaman baru akan peningkatan angka kekerasan dalam rumah tangga kepada anak karena tingkat stress yang tinggi dari para anggota keluarga,” tuturnya.
Politikus PKB ini mendesak agar pemerintah mengantisipasi dampak besar COVID-19 bagi anak Indonesia terutama di bidang pendidikan. Menurutnya pemerintah harus memastikan jika setiap anak Indonesia tetap mempunyai akses terhadap pendidikan. Bantuan sosial di bidang pendidikan mulai dari beasiswa hingga bantuan operasional sekolah harus benar-benar dipastikan bagi peserta maupun lembaga pendidikan yang membutuhkan. (Baca juga: Mendikbud: Pandemi Ubah Cara Pandang Insan Pendidikan )
“Pemerintah juga harus mulai berpikir untuk memunculkan diversifikasi media pembelajaran jarak jauh selain internet. Pemerintah bisa menggunakan siaran radio, televisi nasional, atau layanan pos sebagai media pembelajaran jarak jauh karena tidak semua peserta didik Indonesia punya akses terhadap internet,” pungkasnya.
Hilangnya waktu belajar ini, lanjut Huda berdampak pada tidak terpenuhinya standar pengetahuan dan kompetensi yang harusnya diterima oleh peserta didik dalam satu jenjang Pendidikan. Dalam jangka panjang kondisi ini akan mempengaruhi kualitas dari satu generasi yang kebetulan tumbuh di masa pandemi COVID-19.
“Selain itu pembatasan sosial yang memaksa anak harus banyak di rumah memunculkan ancaman baru akan peningkatan angka kekerasan dalam rumah tangga kepada anak karena tingkat stress yang tinggi dari para anggota keluarga,” tuturnya.
Politikus PKB ini mendesak agar pemerintah mengantisipasi dampak besar COVID-19 bagi anak Indonesia terutama di bidang pendidikan. Menurutnya pemerintah harus memastikan jika setiap anak Indonesia tetap mempunyai akses terhadap pendidikan. Bantuan sosial di bidang pendidikan mulai dari beasiswa hingga bantuan operasional sekolah harus benar-benar dipastikan bagi peserta maupun lembaga pendidikan yang membutuhkan. (Baca juga: Mendikbud: Pandemi Ubah Cara Pandang Insan Pendidikan )
“Pemerintah juga harus mulai berpikir untuk memunculkan diversifikasi media pembelajaran jarak jauh selain internet. Pemerintah bisa menggunakan siaran radio, televisi nasional, atau layanan pos sebagai media pembelajaran jarak jauh karena tidak semua peserta didik Indonesia punya akses terhadap internet,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :