Festival Budaya di KBRI Cairo Terapkan Konsep Edukasi, Diplomasi dan Promosi
Kamis, 17 Desember 2020 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Rektor Universitas Mansoura Mesir, Ashraf Abdel-Baset menyambut baik acara festival ini sebagai bentuk kerja sama antara universitas dan Pemerintah Indonesia. Melalui kegiatan ini, selain untuk mengenalkan budaya Indonesia, diharapkan dapat menarik minat masyarakat Indonesia untuk belajar di Universitas Mansoura.
“Jika selama ini mayoritas mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir memilih Universitas Al-Azhar, saya berharap pada masa mendatang ada yang kuliah di Universitas Mansoura”, ucap Rektor seraya menambahkan posisi ini termasuk 500 universitas terbaik dunia.
Secara terpisah Bambang Suryadi Atdikbud KBRI Cairo menjelaskan saat ini terdapat 1802 warga Mesir yang belajar Bahasa Indonesia di tiga tempat, yaitu Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) di Cairo, Universitas Al-Azhar, dan Pusat Studi Indonesia di Universitas Canal Suez, Ismailia. Selain itu, terdapat 1600 warga Mesir yang belajar seni bela diri pencak silat.
“Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki hubungan bilateral yang sangat erat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, politik dan perdagangan,” ucap Bambang.
Aya Yahya, salah seorang mahasiswi dari Cairo yang turut serta dalam festival tersebut mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kekayaan kebudayaan Indonesia. “Saya bangga bisa menghadiri acara ini. Saya mendapatkan banyak informasi secara langsung tentang Indonesia dan bisa menyaksikan budaya Indonesia. Saya berharap suatu saat bisa berkunjung ke Indonesia,” imbuhnya.
“Jika selama ini mayoritas mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir memilih Universitas Al-Azhar, saya berharap pada masa mendatang ada yang kuliah di Universitas Mansoura”, ucap Rektor seraya menambahkan posisi ini termasuk 500 universitas terbaik dunia.
Secara terpisah Bambang Suryadi Atdikbud KBRI Cairo menjelaskan saat ini terdapat 1802 warga Mesir yang belajar Bahasa Indonesia di tiga tempat, yaitu Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) di Cairo, Universitas Al-Azhar, dan Pusat Studi Indonesia di Universitas Canal Suez, Ismailia. Selain itu, terdapat 1600 warga Mesir yang belajar seni bela diri pencak silat.
“Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki hubungan bilateral yang sangat erat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, politik dan perdagangan,” ucap Bambang.
Aya Yahya, salah seorang mahasiswi dari Cairo yang turut serta dalam festival tersebut mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kekayaan kebudayaan Indonesia. “Saya bangga bisa menghadiri acara ini. Saya mendapatkan banyak informasi secara langsung tentang Indonesia dan bisa menyaksikan budaya Indonesia. Saya berharap suatu saat bisa berkunjung ke Indonesia,” imbuhnya.
(mpw)
Lihat Juga :