Tim Pelajar Indonesia Raih Emas di Kompetisi Robot Dunia
Kamis, 17 Desember 2020 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Alisa mengaku sangat bangga dan senang dengan pencapaian kelompoknya, “Saya sangat, sangat senang! Kami mendedikasikan seluruh waktu dan tenaga kami selama enam bulan terakhir dalam proyek ini, dan kami berhasil membawa kemenangan untuk Indonesia!," katanya melalui siaran pers, Kamis (17/12).
RoboKnights merupakan tim Indonesia pertama yang berhasil memenangkan WRO Open Category dalam 2 dekade terakhir ini. Alisa mengatakan, timnya mengaku untuk meraih juara di ajang ini sangat sulit hingga akhirnya juara berhasil diraih maka mereka pun mengaku sangat bangga akan pencapaian ini.
Tantangan yang dihadapi para murid bertambah dengan adanya pandemi COVID-19 yang melimitasi kegiatan tatap muka."Kami tidak bisa beraktivitas sebebas sebelumnya, tapi kami belajar untuk beradaptasi dengan pertemuan rutin secara daring dan membagi tugas dan peran untuk didelegasikan," cerita Alisa.
Kelompok RoboKnights mempresentasikan robot ZOID sebagai solusi baru mereka yang disebut sebagai tele-manufacturing. Robot ini mampu mereplikasi gerakan sendi manusia dari bahu, turun ke jari dan dapat dikontrol dari jarak dekat dan jarak jauh.
Dengan kecanggihan robot ini, kegiatan produksi dapat dilakukan dari lokasi yang berbeda, sehingga mengurangi biaya transportasi manusia. “Ada dua mode droid, pertama adalah 'rekam' untuk merekam gerakan tangan dari pengguna secara langsung, dan kedua adalah mode 'otomatis' yang terus melakukan gerakan tangan yang telah direkam sebelumnya. Kemampuan ini sangat penting di bidang manufaktur karena sebagian besar kegiatan bersifat berulang.” jelas Ayden.
RoboKnights merupakan tim Indonesia pertama yang berhasil memenangkan WRO Open Category dalam 2 dekade terakhir ini. Alisa mengatakan, timnya mengaku untuk meraih juara di ajang ini sangat sulit hingga akhirnya juara berhasil diraih maka mereka pun mengaku sangat bangga akan pencapaian ini.
Tantangan yang dihadapi para murid bertambah dengan adanya pandemi COVID-19 yang melimitasi kegiatan tatap muka."Kami tidak bisa beraktivitas sebebas sebelumnya, tapi kami belajar untuk beradaptasi dengan pertemuan rutin secara daring dan membagi tugas dan peran untuk didelegasikan," cerita Alisa.
Kelompok RoboKnights mempresentasikan robot ZOID sebagai solusi baru mereka yang disebut sebagai tele-manufacturing. Robot ini mampu mereplikasi gerakan sendi manusia dari bahu, turun ke jari dan dapat dikontrol dari jarak dekat dan jarak jauh.
Dengan kecanggihan robot ini, kegiatan produksi dapat dilakukan dari lokasi yang berbeda, sehingga mengurangi biaya transportasi manusia. “Ada dua mode droid, pertama adalah 'rekam' untuk merekam gerakan tangan dari pengguna secara langsung, dan kedua adalah mode 'otomatis' yang terus melakukan gerakan tangan yang telah direkam sebelumnya. Kemampuan ini sangat penting di bidang manufaktur karena sebagian besar kegiatan bersifat berulang.” jelas Ayden.
Lihat Juga :