Pemerhati Pendidikan: Mendikbud Menjaga Jarak dengan Insan Pendidikan
Rabu, 27 Januari 2021 - 11:12 WIB
loading...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengenai kasus pemaksaan penggunaan jilbab di SMKN 2 Padang menuai apresiasi. Namun, ada pula yang mengkritik.
Dalam video yang beredar, Nadiem meminta pembebastugasan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini. Pemerhati pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia Indra Charismiadji mengkritik gaya komunikasi mantan Bos Gojek Indonesia itu.
Indra menilai pernyataan itu bernada mengancam. Dia menerangkan pernyataan Nadiem itu sama persis dengan kondisi aturan kewajiban berjilbab di SMKN 2 Padang itu. “Yang beliau sampaikan ini benar, tapi kurang bijaksana,” ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Rabu (27/1/2021). Baca juga: Pemerintah akan Bantu Asesmen Nasional di Sekolah dengan Fasilitas Terbatas
Jika Mendikbud meminta para pendidik di SMKN 2 Padang dibebastugaskan karena mengikuti aturan kepala daerah, sangatlah tidak bijak. Hal ini menyangkut nasib dan karir seseorang. Indra menyebut ini terjadi akibat Mendikbud yang sudah lebih dari satu tahun memimpin, tetapi belum memahami kondisi dunia pendidikan Indonesia.
Indra menerangkan Mendikbud sebagai germaphobe alias orang yang takut kuman di era pandemi Covid-19. Nadiem, menurutnya, benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes) 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan). Baca juga: Anggarkan Rp250 M, Kemendikbud Buka Seleksi Proposal Matching Fund 2021
Dalam video yang beredar, Nadiem meminta pembebastugasan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini. Pemerhati pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia Indra Charismiadji mengkritik gaya komunikasi mantan Bos Gojek Indonesia itu.
Indra menilai pernyataan itu bernada mengancam. Dia menerangkan pernyataan Nadiem itu sama persis dengan kondisi aturan kewajiban berjilbab di SMKN 2 Padang itu. “Yang beliau sampaikan ini benar, tapi kurang bijaksana,” ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Rabu (27/1/2021). Baca juga: Pemerintah akan Bantu Asesmen Nasional di Sekolah dengan Fasilitas Terbatas
Jika Mendikbud meminta para pendidik di SMKN 2 Padang dibebastugaskan karena mengikuti aturan kepala daerah, sangatlah tidak bijak. Hal ini menyangkut nasib dan karir seseorang. Indra menyebut ini terjadi akibat Mendikbud yang sudah lebih dari satu tahun memimpin, tetapi belum memahami kondisi dunia pendidikan Indonesia.
Indra menerangkan Mendikbud sebagai germaphobe alias orang yang takut kuman di era pandemi Covid-19. Nadiem, menurutnya, benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes) 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan). Baca juga: Anggarkan Rp250 M, Kemendikbud Buka Seleksi Proposal Matching Fund 2021
Lihat Juga :