Segera Blokir, Tautan Situs Porno di Buku Sosiologi SMA Masih Bisa Diakses
Kamis, 11 Februari 2021 - 20:55 WIB
loading...
Para guru di daerah khususnya di Jawa Barat yang mendapati buku pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII bermuatan situs porno. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melakukan koordinasi dengan dinas dan Kemenkominfo untuk melakukan tindakan. Hal ini terkait laporan guru di Jawa Barat yang mendapati buku pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII bermuatan situs porno.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, dari laporan yang diterima di dalam buku sosiologi yang sebenarnya membahas topik mengenai Pemberdayaan Masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat ini, justru di dalamnya memberikan tautan situs yang bermuatan pornografi.
Baca juga: Situs Porno di Buku Sosiologi SMA, Kemendikbud Diminta Bertindak Cepat
Satriwan menjelaskan, sampai pernyataan resmi ini dibuat, P2G masih menemukan bahwa situs yang ditautkan di dalam buku resmi siswa tersebut masih ada berisikan konten porno.
“P2G khawatir jika buku ini masih beredar dan terus digunakan siswa lalu dibuka, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs porno, dan hal ini sangat berbahaya bagi pendidikan dan moral anak bangsa,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (11/2).
Dari kasus ini P2G pun meminta Kemendikbud dalam hal ini Mendikbud Nadiem Anwar Makarim segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sehingga, katanya, buku Sosiologi Kelas XII yang sudah beredar dan dipakai sebagai sumber pembelajaran siswa tersebut ditarik dari peredaran.
Baca juga: Soal Buku Kutip Situs Porno, Guru: Kemendikbud Harus Hati-hati Beri Izin
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, dari laporan yang diterima di dalam buku sosiologi yang sebenarnya membahas topik mengenai Pemberdayaan Masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat ini, justru di dalamnya memberikan tautan situs yang bermuatan pornografi.
Baca juga: Situs Porno di Buku Sosiologi SMA, Kemendikbud Diminta Bertindak Cepat
Satriwan menjelaskan, sampai pernyataan resmi ini dibuat, P2G masih menemukan bahwa situs yang ditautkan di dalam buku resmi siswa tersebut masih ada berisikan konten porno.
“P2G khawatir jika buku ini masih beredar dan terus digunakan siswa lalu dibuka, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs porno, dan hal ini sangat berbahaya bagi pendidikan dan moral anak bangsa,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (11/2).
Dari kasus ini P2G pun meminta Kemendikbud dalam hal ini Mendikbud Nadiem Anwar Makarim segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sehingga, katanya, buku Sosiologi Kelas XII yang sudah beredar dan dipakai sebagai sumber pembelajaran siswa tersebut ditarik dari peredaran.
Baca juga: Soal Buku Kutip Situs Porno, Guru: Kemendikbud Harus Hati-hati Beri Izin
Lihat Juga :