Agendakan Munas ke 5, JSIT Bakal Rancang Pendidikan untuk 2045
Rabu, 24 Februari 2021 - 16:06 WIB
loading...
JSIT Indonesia mengagendakan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 dengan Tema Semakin Kokoh, Bermutu, dan Berdaya Saing Global menuju Indonesia Maju. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mengagendakan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 dengan Tema 'Semakin Kokoh, Bermutu, dan Berdaya Saing Global menuju Indonesia Maju'. Puncak kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan pada Kamis-Sabtu, 29-31 Juli 2021 di Lor In Hotel, Solo.
Baca juga: Cegah Tindakan Kekerasan Lewat Pendidikan Perdamaian
Sekretaris Jenderal JSIT, Suhartono, sekaligus steering committee (SC) Munas 5 JSIT Indonesia menuturkan, tujuan kegiatan ini untuk memperkokoh peran dan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berbasis bermutu, berbasis komunitas, baik dalam skala nasional maupun internasional yang berkarakter dan religius.
Baca juga: Kecewa Pernyataan Nadiem, Guru Honorer: Pendidikan Harus Diurus Praktisi yang Profesional
"Terbentuknya kepengurusan baru yang lebih profesional dan berdaya juang tinggi dalam meningkatkan peran organisasi untuk pendidikan bangsa," kata Suhartono keterangan pers, Rabu (24/2/2021).
"Dihasilkannya arah kebijakan dan rekomendasi-rekomendasi untuk kemajuan pendidikan Islam dan Bangsa pada umumnya. Kita mencoba merancang pendidikan 2045 melalui seminar pendidikan nasional bertajuk 'Peta Jalan Pendidikan 2030' dan perlombaan grand design pendidikan 2045," tambahnya.
Baca juga: Akhirnya Ada yang Membantu Kelangsungan Pendidikan di SD Kanisius Kenalan
Baca juga: Cegah Tindakan Kekerasan Lewat Pendidikan Perdamaian
Sekretaris Jenderal JSIT, Suhartono, sekaligus steering committee (SC) Munas 5 JSIT Indonesia menuturkan, tujuan kegiatan ini untuk memperkokoh peran dan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berbasis bermutu, berbasis komunitas, baik dalam skala nasional maupun internasional yang berkarakter dan religius.
Baca juga: Kecewa Pernyataan Nadiem, Guru Honorer: Pendidikan Harus Diurus Praktisi yang Profesional
"Terbentuknya kepengurusan baru yang lebih profesional dan berdaya juang tinggi dalam meningkatkan peran organisasi untuk pendidikan bangsa," kata Suhartono keterangan pers, Rabu (24/2/2021).
"Dihasilkannya arah kebijakan dan rekomendasi-rekomendasi untuk kemajuan pendidikan Islam dan Bangsa pada umumnya. Kita mencoba merancang pendidikan 2045 melalui seminar pendidikan nasional bertajuk 'Peta Jalan Pendidikan 2030' dan perlombaan grand design pendidikan 2045," tambahnya.
Baca juga: Akhirnya Ada yang Membantu Kelangsungan Pendidikan di SD Kanisius Kenalan
Lihat Juga :