IPB University Mulai Vaksinasi Dosen dan Tenaga Pendidik

Senin, 08 Maret 2021 - 20:37 WIB
loading...
IPB University Mulai...
Suasana vaksinasi yang dilakukan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Foto/IPB University
A A A
JAKARTA - IPB University bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan vaksinasi pencegahan infeksi Covid-19 bagi pendidik di Kota Bogor. Vaksinasi dilakukan selama tiga hari dalam pekan ini dan akan dilanjutkan tiga hari lagi untuk vaksinasi kedua pada dua minggu yang akan datang.

“Alhamdulillah hari ini kita vaksinasi para dosen dan tenaga kependidikan di IPB University yang berdomisili di Kota Bogor. Kami sedang menunggu juga vaksinasi untuk yang berdomisili Kabupaten Bogor,” ujar Rektor IPB University Prof Arif Satria melalui siaran pers, Senin (8/3). “Semoga dalam waktu dekat semua dosen dan tenaga kependidikan di IPB University bisa divaksinasi,” harapnya.

Baca juga: ITB Peringkat 1 di Indonesia dalam 10 Bidang versi QS WUR 2021

Vaksinasi hari pertama ini, Senin (8/3) bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Vaksinasi diberikan kepada 1.600 orang, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Sekurangnya ada 1.479 orang dari IPB University, 50 orang dari Universitas Ibnu Khaldun dan 71 orang dari Universitas Pakuan.

Tak hanya dosen dan tenaga kependidikan, vaksinasi juga diberikan untuk para guru SD, SMP dan SMA di Kota Bogor. Koordinator Vaksinator Klinik IPB University, dr Naufal Muharam Nurdin mengatakan, ada sekitar 1.600 orang yang akan divaksin setiap harinya.

Ia menerangkan, vaksinasi akan dilakukan dua dosis dengan dibantu tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. “Pada dosis pertama, imunnya belum terbentuk secara sempurna, dosis kedua kita sebut sebagai booster sehingga diharapkan dapat memperkuat imun kita dalam memproduksi antibodi. Antibodi inilah yang mencegah virus bisa menginfeksi,” terang dr Naufal.

Baca juga: Ini 8 Kegiatan Kampus Merdeka yang Bisa Diambil Mahasiswa

Untuk dosis kedua dilakukan setelah 14 hari ke depan bagi yang berusia di bawah 60 tahun. Sementara bagi yang usianya 60 tahun ke atas, dosis kedua diberikan setelah empat minggu kemudian.

Dia juga meyakinkan masyarakat agar tidak ragu atau takut untuk divaksin. Vaksin memang mungkin dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa reaksi alergi ringan (seperti merah atau gatal), atau berat (seperti sesak nafas hingga syok anafilaktik).

Namun, ia menegaskan, secara umum vaksinasi ini aman. “Sejauh ini sudah ada 2,2 juta orang yang telah mendapat vaksinasi (data sampai 4 maret) dan belum dilaporkan muncul gejala berat. Dengan vaksinasi kita bisa mengurangi kasus yang ada dan mengurangi jumlah sumber infeksi,” kata dr Naufal.

Baca juga: Kemendikbud Buka Lowongan Guru untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang hadir melalui Zoom Meeting mengapresiasi IPB yang telah meminjamkan gedung pertemuan untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19 ini. Sebab vaksinasi butuh gedung serbaguna yang besar agar efektif dengan jumlah besar penerima vaksin.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan puskesmas, maka butuh waktu sampai empat tahun vaksinasi baru selesai. Diharapkan kampus-kampus lain juga dapat membantu percepatan vaksinasi dengan meminjamkan gedung besar yang dimiliki.

“Kita berharap vaksinasi bisa secepatnya selesai sehingga pemulihan ekonomi, termasuk kegiatan perkuliahan tatap muka bisa dipercepat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memastikan jumlah kebutuhan dosis terutama bagi yang daerah-daerah yang terlihat semangat dan sukses vaksinasi,” pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved