15 Universitas Kampanyekan Larangan Merokok untuk Mahasiswa, Ini Alasannya
Minggu, 14 Maret 2021 - 00:21 WIB
loading...
IKB LSPR Jakarta menggagas program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus untuk melakukan penyadaran di kalangan mahasiswa soal bahaya merokok. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengendalian Tembakau atau Pengendalian Produk Tembakau telah menjadi concern berbagai pihak. Tidak hanya karena dampaknya pada kesehatan dan lingkungan, namun juga dampak sosial ekonomi. Itupula yang ditangkap oleh Institut Komunikasi Bisnis London School of Business (IKB LSPR) Jakarta yang kemudian menggagas program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus.
Koordinator program yang juga Vice Rector IV IKB LSPR Jakarta Dr. Lestari Nurhajati, M.Si mengatakan, Prevalensi perokok Indonesia usia 15 tahun ke atas adalah 33,8% atau sebesar 65,7 juta jiwa. Data ini menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Bahkan, konsumsi rokok pada perokok usia 10-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 126% sepanjang tahun 2013 ke 2018.
Baca juga: Tantangan Global, Kampus Merdeka akan Mengasah Potensi Mahasiswa
“Bahkan seorang anak sudah mulai merokok sejak usia sekolah dasar, mengutip data Atlas Tembakau 2020. Sayangnya, kebijakan terkait pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat lemah, misalnya regulasi iklan rokok masih bersifat parsial bukan pelarangan komprehensif,” kata Lestari dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (12/3/2021).
IKB LSPR mengundang 15 orang akademisi Ilmu Komunikasi dari 15 kampus yang ada di Indonesia untuk bergerak bersama melakukan penyadaran di kalangan mahasiswa. Para dosen dari 15 kampus yang dipilih itu kemudian dibentuk tiga kelompok dengan penyebaran merata ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami lima kampus merupakan kelompok 2 yang mulai Kamis, (11/3) melakukan kegiatan pembekalan kepada mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Islam Muhammad Arsyad AlBanjari Banjarmasin, Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, dan Universitas Islam Indonesia Yogjakarta," Papar Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Dr Frida Kusumastuti, M.Si.
Baca juga: Dikti: Ini Tahapan Pengajuan Guru Besar atau Profesor untuk Dosen
Koordinator program yang juga Vice Rector IV IKB LSPR Jakarta Dr. Lestari Nurhajati, M.Si mengatakan, Prevalensi perokok Indonesia usia 15 tahun ke atas adalah 33,8% atau sebesar 65,7 juta jiwa. Data ini menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Bahkan, konsumsi rokok pada perokok usia 10-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 126% sepanjang tahun 2013 ke 2018.
Baca juga: Tantangan Global, Kampus Merdeka akan Mengasah Potensi Mahasiswa
“Bahkan seorang anak sudah mulai merokok sejak usia sekolah dasar, mengutip data Atlas Tembakau 2020. Sayangnya, kebijakan terkait pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat lemah, misalnya regulasi iklan rokok masih bersifat parsial bukan pelarangan komprehensif,” kata Lestari dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (12/3/2021).
IKB LSPR mengundang 15 orang akademisi Ilmu Komunikasi dari 15 kampus yang ada di Indonesia untuk bergerak bersama melakukan penyadaran di kalangan mahasiswa. Para dosen dari 15 kampus yang dipilih itu kemudian dibentuk tiga kelompok dengan penyebaran merata ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami lima kampus merupakan kelompok 2 yang mulai Kamis, (11/3) melakukan kegiatan pembekalan kepada mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Islam Muhammad Arsyad AlBanjari Banjarmasin, Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, dan Universitas Islam Indonesia Yogjakarta," Papar Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Dr Frida Kusumastuti, M.Si.
Baca juga: Dikti: Ini Tahapan Pengajuan Guru Besar atau Profesor untuk Dosen
Lihat Juga :