Besok, BWI Akan Luncurkan Pusat Antar Universitas Bidang Perwakafan
Rabu, 17 Maret 2021 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
“Output PAU nantinya Penguatan database wakaf, BWI Working Paper Series, (BWPS), ditargetkan sebulan sekali terbit, Jurnal Al-Awqaf, Publikasi lain (jurnal internasional, konferensi, artikel media massa, dll),” Ujar Prof. Mohammad Nuh dalam keterangan persnya.
Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengungkapkan, dengan terbentuknya PAU bidang perwakafan nantinya bisa menciptakan beragam produk keilmuan wakaf dari Indonesia, pengelolaan wakaf yang profesional, transparan dan akuntabel, serta lahirnya kebijakan berbasis riset yang memperkuat sistem perwakafan.
Kehadiran PAU bidang perwakafan diharapkan menjadi pionir terciptanya digitalisasi data wakaf yang terintegrasi dalam satu data base nasional bisa diakses semua elemen masyarakat. Sehingga tercipta transparansi data pengelolaan wakaf yang mampu meningkatkan public trust masyarakat terhadap pengelolaan wakaf. Sehingga berdampak meningkatknya jumlah wakaf dan asset wakaf di Indonesia.
“Untuk membantu literasi dan sosialisasi Wakaf, sudah saatnya melakukan migrasi transformasi digital system untuk perkembangan perwakafan nasional guna meningkatnya kepercayaan masyarakat dan akuntabilitas Nazhir,” pungkas M. Nuh.
Selain dihadiri 20 Perguruan Tinggi ternama, rencananya, launching PAU pengembangan wakaf akan diikuti ribuan peserta yang terdiri dari perwakilan Kementrian Agama pusat dan daerah, pengurus BWI perwakilan tingkat Provinsi, Kabupaten atau Kota, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) – Penerima Wakaf Uang (PWU), Ormas Islam ternama di Indonesia, Stakeholder terkait, mahasiswa, pemerhati wakaf, dan Masyarakat umum melalui virtual zoom meeting.
Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengungkapkan, dengan terbentuknya PAU bidang perwakafan nantinya bisa menciptakan beragam produk keilmuan wakaf dari Indonesia, pengelolaan wakaf yang profesional, transparan dan akuntabel, serta lahirnya kebijakan berbasis riset yang memperkuat sistem perwakafan.
Kehadiran PAU bidang perwakafan diharapkan menjadi pionir terciptanya digitalisasi data wakaf yang terintegrasi dalam satu data base nasional bisa diakses semua elemen masyarakat. Sehingga tercipta transparansi data pengelolaan wakaf yang mampu meningkatkan public trust masyarakat terhadap pengelolaan wakaf. Sehingga berdampak meningkatknya jumlah wakaf dan asset wakaf di Indonesia.
“Untuk membantu literasi dan sosialisasi Wakaf, sudah saatnya melakukan migrasi transformasi digital system untuk perkembangan perwakafan nasional guna meningkatnya kepercayaan masyarakat dan akuntabilitas Nazhir,” pungkas M. Nuh.
Selain dihadiri 20 Perguruan Tinggi ternama, rencananya, launching PAU pengembangan wakaf akan diikuti ribuan peserta yang terdiri dari perwakilan Kementrian Agama pusat dan daerah, pengurus BWI perwakilan tingkat Provinsi, Kabupaten atau Kota, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) – Penerima Wakaf Uang (PWU), Ormas Islam ternama di Indonesia, Stakeholder terkait, mahasiswa, pemerhati wakaf, dan Masyarakat umum melalui virtual zoom meeting.
(mpw)
Lihat Juga :