Pakar IPB University Beberkan Tanaman Herbal Berkhasiat Penyembuh Asam Urat
Kamis, 01 April 2021 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Budidaya sidaguri perlu ditingkatkan sebagai obat herbal asam urat. Hal yang paling penting, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi. Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat.
Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi.
“Penurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,” sebutnya.
Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti “Widyasilpawijana” Duta IPTEK dan “Best Research” dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan.
Rektor IPB University Prof Arif Satria mengatakan, Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik.
Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi.
“Penurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,” sebutnya.
Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti “Widyasilpawijana” Duta IPTEK dan “Best Research” dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan.
Rektor IPB University Prof Arif Satria mengatakan, Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik.
(mpw)
Lihat Juga :