Mendikbud Beberkan Kebijakan Baru di KIP Kuliah Merdeka yang Luar Biasa

Jum'at, 26 Maret 2021 - 23:32 WIB
loading...
Mendikbud Beberkan Kebijakan...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada peluncuran KIP Kuliah Merdeka secara daring, Jumat (26/3). Foto/Neneng Zubaidah
A A A
JAKARTA - Kemendikbud meluncurkan program Merdeka Belajar episode kesembilan KIP Kuliah Merdeka dengan sejumlah kebijakan baru untuk membantu calon mahasiswa dari kalangan tidak mampu untuk bisa kuliah di semua perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, KIP Kuliah memang sudah menjadi salah satu program dengan dampak luar biasa untuk meningkatkan akses ke perguruan tinggi. Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi terutama untuk mencapai mobilitas sosial.

Baca juga: KIP Kuliah Merdeka, Tanggung Seluruh Biaya Kuliah dan Biaya Hidup

Tantangan pertama, ujar Mendikbud, semua biaya pendidikan di KIP Kuliah sebelumnya untuk semua prodi di semua perguruan tinggi jumlahnya sama yakni Rp2,4 juta/semester.

"Masalahnya adalah besaran biaya UKT (uang kuliah tunggal) di perguruan tinggi bergantung pada kualitas prodi dan perguruan tinggi. Bahkan biaya UKT itu ada yang bisa mencapai Rp15 juta/semester," katanya pada peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-9: KIP Kuliah Merdeka secara daring, Jumat (26/3).

Masalah yang terjadi karena ada patokan biaya pendidikan hanya Rp2,4 juta/semester sementara biaya pendidikannya jauh lebih mahal daripada itu, katanya, maka perguruan tinggi pun cenderung menghindari calon mahasiswa penerima KIP Kuliah tersebut. Terutama pada prodi-prodi yang biaya UKTnya itu diatas dari Rp2,4 juta/semester.

Baca juga: Agustus, UGM Mulai Terapkan Perkuliahan Tatap Muka

Selain itu, lanjutnya, biaya hidup perbulan juga disamaratakan Rp700 ribu untuk di semua kota. Sehingga banyak anak-anak dari daerah yang jika ingin kuliah di kampus terbaik kota-kota besar akan mundur karena khawatir dengan biaya hidup yang terlalu mahal.

"Calon mahasiswa ini tidak berani memilih kampus terbaik di kota-kota karena cenderung memilih kampus yang lebih dekat saja. Karena juga mengurangi pengeluaran biaya hidup. Ini menghilangkan berbagai macam kesempatan," imbuhnya.

Oleh karena itu, katanya, Kemendikbud pun meluncurkan KIP Kuliah Merdeka yakni untuk membantu mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia untuk dapat berkuliah. Sekaligus juga membantu mereka untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Selain itu, ujarnya, KIP Kuliah Merdeka ini juga untuk mewujudkan amanah Presiden yaitu mempercepat terwujudnya SDM Unggul.

Dia menjelaskan, esensi kebijakan dari KIP Kuliah Merdeka ini adalah anggaran KIP Kuliah dinaikkan dari Rp1,3 Triliun menjadi Rp2,5 Triliun. Meski anggaran naik, katanya, tapi jumlah penerima masih sama yakni untuk 200 ribu orang.

Yang berbeda adalah, terangnya, sebelumnya rata-rata besaran uang kuliah hanya Rp2,4 juta/semester. Namun di 2021 ini biaya kuliah ini akan membagi batas maksimal berdasarkan akreditasi prodi. Yakni prodi dengan akreditasi A biaya kuliahnya bisa sampai dengan maksimal Rp12 juta/semester, prodi B uang kuliah meningkat Rp4 juta/semester dan prodi C maksimal Rp2,4 juta/semester.

Selanjutnya biaya hidup yang awalnya diberikan Rp700 ribu per bulan kini akan didasarkan pada indeks kemahalan suatu wilayah. Sehingga yang tadinya biaya hidupnya dipatok Rp700 ribu maka sekarang minimal Rp800 ribu sampai dengan Rp1,4 juta.

"Sekarang mahasiswa tidak perlu ragu lagi untuk memilih prodi-prodi unggulan yang terbaik di negeri ini. Dimanapun lokasinya," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Rekomendasi
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved