Biaya KIP Kuliah Sampai Rp12 Juta, DPR Harap PTS Akreditasi C Tak Ditinggalkan

Rabu, 31 Maret 2021 - 08:08 WIB
loading...
Biaya KIP Kuliah Sampai...
Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan bahwa skema program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 2021 akan diubah. Yang pada 2020, program senilai Rp 1,3 triliun itu dibagi secara merata untuk 200.000 penerima. Untuk 2021, program senilai Rp 2,5 triliun ini akan dibagi sesuai dengan akreditasi kampus dan indeks biaya hidup yang dibagi ke dalam 5 klaster.

Menanggapi kebijakan ini, Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih menyambut baik. Skema ini meningkatkan kualitas program KIP Kuliah itu sendiri, karena muncul banyak aspirasi bahwa tidak semua perguruan tinggi (PT) mau menerima siswa dengan program KIP Kuliah ini.

Baca juga: KIP Kuliah Sampai Rp12 Juta, Mahasiswa Miskin Jadi PD Pilih Prodi dan PTN Terbaik

“Kalau sisi kualitas ini naik, karena ada banyak tuntutan dari bawah bahwa pebeberapa perguruan tinggi tertentu itu tidak menerima KIP Kuliah, karena kalau sudah menerima dia tidak boleh memungut apapun sampai lulus. Padahal, satu semester Rp2,4 juta itu ada perguruan tertentu itu tidak cukup, ada yang Rp 4 juta, Rp 6 juta dan seterusnya,” kata Fikri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

“Sehingga ini nampaknya Kemendikbud mendengarkan aspirasi dan mengakomodasi aspirasi dari bawah itu,” sambungnya.

Namun, politikus PKS ini melihat akan ada problematika yang muncul kemudian hari, bahwa kebijakan ini hanya akan mengakomodasi PT yang terakreditasi baik, karena untuk PT yang akreditasinya A biaya kuliahnya sekitar Rp 6 juta- Rp12 juta. Sehingga, para siswa akan meninggalkan PT kelas C yang lemah.

Baca juga: Bantuan hingga Rp12 Juta Per Semester, Tak Ada Alasan Lagi Kampus Tolak KIP-Kuliah

“Orang berbondong-bondong masuk PT dengan akreditasi bagus, kemudian akhirnya yang yang akreditas rendah jatahnya berkurang,” terang Fikri.

Sehingga, Fikri menyarankan bahwa kemungkinan ini juga perlu dipastikan oleh Kemendikbud. Jangan sampai, PT yang akreditasinya C atau sering disebut dhuafa oleh mereka ini mahasiswanya berkurang, padahal selama ini mereka menampung mahasiswa dari program KIP Kuliah ini.

“Kemarin kan mereka banyak menerima, diakomodasi dalam jumlah besar dan sangat terbantu perguruan tingginya menjadi hidup,” pesannya.

Namun, sekali lagi Fikri menyambut baik kebijakan ini, karena bagi masyarakat, akses ke perguruan tinggi menjadi meningkat. Mereka bisa memilih jurusan atau kampus yang berbiaya tinggi. Hanya saja, nasib PT berakreditasi rendah perlu dipertimbangkan.

“Satu saya apresiasi, dua dengan catatan tidak meninggalkan yang miskin,” pungkas Fikri.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Rekomendasi
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
Biaya Haji 2024 Disetujui...
Biaya Haji 2024 Disetujui Rp93 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp56 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved