IPB Peringkat 7 Dunia untuk SDG#2 'Zero Hunger' versi THE Impact Rankings 2021
Sabtu, 24 April 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Peringkat 7 dunia untuk SDG#2 (mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan) dicapai karena IPB University secara konsisten melakukan berbagai inovasi teknologi maupun inovasi sosial untk menjamin diimplementasikannya pertanian berkelanjutan.
Inovasi pangan IPB University antara lain berupa benih IPB3S, pepaya Calina, kentang Jalaipam, ayam lokal unggul IPB D1, Sekolah Peternakan Rakyat dan sebagainya. Sejumlah produknya dapat diperoleh di gerai Serambi Botani yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu Peringkat 64 untuk SDG#15 (melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati) karena IPB University berperan aktif dalam upaya menciptakan berbagai teknologi tepat guna serta rekayasa social.
Sebagai contoh adalah pengelolaan Hutan Pendidikan Gunung Walat, yang dijadikan model hutan berkelanjutan skala kecil berlokasi di Sukabumi. Selain itu IPB University aktif melakukan kerjasama riset global bidang biodiversitas tropika yang berinteraksi dengan lingkungan serta aspek sosial ekonomi di berbagai lokasi di Indonesia.
IPB University juga berperan aktif mendukung tujuan SDG#14 yaitu untuk mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan. Pada tujuan ini IPB University menempati peringkat 77, karena kinerja yang sangat baik di bidang kelautan dan perikanan, dimana IPB University bersama Bappenas aktif mengkonsolidasikan program dan kegiatan terkait Life below Water pada level nasional maupun internasional.
Sangat penting adalah kinerja IPB University terkait tujuan SDG#1, yaitu untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (peringkat 65), dimana ragam kegiatan dilakukan salah satunya adalah memapankan agenda khusus penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sudah mulai dirasakan di masyarakat, sesuai moto IPB University “inspiring innovation with integrity”.
Prof Arif menyampaikan, masuknya IPB University di jajaran 101-200 universitas dunia THE Impact Rangkings semakin mendorong “research for impacts”, yaitu penelitian yang menghasilkan IPTEKS dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Inovasi pangan IPB University antara lain berupa benih IPB3S, pepaya Calina, kentang Jalaipam, ayam lokal unggul IPB D1, Sekolah Peternakan Rakyat dan sebagainya. Sejumlah produknya dapat diperoleh di gerai Serambi Botani yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu Peringkat 64 untuk SDG#15 (melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati) karena IPB University berperan aktif dalam upaya menciptakan berbagai teknologi tepat guna serta rekayasa social.
Sebagai contoh adalah pengelolaan Hutan Pendidikan Gunung Walat, yang dijadikan model hutan berkelanjutan skala kecil berlokasi di Sukabumi. Selain itu IPB University aktif melakukan kerjasama riset global bidang biodiversitas tropika yang berinteraksi dengan lingkungan serta aspek sosial ekonomi di berbagai lokasi di Indonesia.
IPB University juga berperan aktif mendukung tujuan SDG#14 yaitu untuk mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan. Pada tujuan ini IPB University menempati peringkat 77, karena kinerja yang sangat baik di bidang kelautan dan perikanan, dimana IPB University bersama Bappenas aktif mengkonsolidasikan program dan kegiatan terkait Life below Water pada level nasional maupun internasional.
Sangat penting adalah kinerja IPB University terkait tujuan SDG#1, yaitu untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (peringkat 65), dimana ragam kegiatan dilakukan salah satunya adalah memapankan agenda khusus penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sudah mulai dirasakan di masyarakat, sesuai moto IPB University “inspiring innovation with integrity”.
Prof Arif menyampaikan, masuknya IPB University di jajaran 101-200 universitas dunia THE Impact Rangkings semakin mendorong “research for impacts”, yaitu penelitian yang menghasilkan IPTEKS dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
(mpw)
Lihat Juga :