Kemendikbud: Ini Alasan Perguruan Tinggi Indonesia Tertinggal dari Malaysia
Sabtu, 24 April 2021 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini IPB University telah tergabung dalam 14 konsorsium riset baru. Ini karena menyebutkan posisi kami di perankingan dunia. Jadi perangkingan itu bukan sekadar menjaga reputasi akan tetapi membutuhkan strategi, butuh effort, butuh data yang harus dipersiapkan,” kata Prof Arif Satria.
Terkait rangking, Rektor menyebutkan perguruan tinggi di Malaysia bisa masuk perangkingan di bawah 200 besar dunia (lebih maju dari Indonesia) karena terkoordinasikan dengan baik.
“Ada sekitar lima perguruan tinggi yang terkonsolidasi oleh kementerian sehingga mereka mengambil langkah secara bersama-sama. Sehingga saya berharap perguruan tinggi di Indonesia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan universitas di Malaysia. Bergerak bersama saling memperkuat untuk masuk perangkingan menuju ke 100 besar dunia,” ujarnya.
Menurutnya, IPB University saat ini tengah fokus pada perangkingan by Subject yaitu bidang Agriculture and Forestry yang saat ini berada di rangking 62 dunia. Perangkingan ini penting untuk mendukung dan mempermudah akses melakukan kegiatan internasional. “Saran saya, sebaiknya perguruan tinggi fokus pada bidang keilmuan yang dimiliki,” tuturnya.
Terkait rangking, Rektor menyebutkan perguruan tinggi di Malaysia bisa masuk perangkingan di bawah 200 besar dunia (lebih maju dari Indonesia) karena terkoordinasikan dengan baik.
“Ada sekitar lima perguruan tinggi yang terkonsolidasi oleh kementerian sehingga mereka mengambil langkah secara bersama-sama. Sehingga saya berharap perguruan tinggi di Indonesia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan universitas di Malaysia. Bergerak bersama saling memperkuat untuk masuk perangkingan menuju ke 100 besar dunia,” ujarnya.
Menurutnya, IPB University saat ini tengah fokus pada perangkingan by Subject yaitu bidang Agriculture and Forestry yang saat ini berada di rangking 62 dunia. Perangkingan ini penting untuk mendukung dan mempermudah akses melakukan kegiatan internasional. “Saran saya, sebaiknya perguruan tinggi fokus pada bidang keilmuan yang dimiliki,” tuturnya.
(mpw)
Lihat Juga :