Dampak Covid-19, Pemerintah Naikkan Anggaran Pendidikan Jadi Rp550 Triliun
Sabtu, 24 April 2021 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan belanja pendidikan minimal 20 persen dari total belanja negara. Bahkan sejak tahun 2009 hingga sekarang belanja pendidikan terus meningkat. "Pada saat awal 2009 kita melakukan belanja pendidikan dari total belanja negara sebesar Rp 208 triliun," ucapnya.
Baca juga: Kemendikbud dan LPDP akan Sediakan Beasiswa S1 untuk Siswa Berprestasi
Pada masa pandemi ini, anggaran pendidikan mengalami kenaikan agar para siswa tidak merasakan dampak lebih parah dari pandemi Covid-19, termasuk pada saat harus melakukan pembelajaran jarak jauh."Oleh karena itu, di dalam belanja pendidikan termasuk program pemulihan ekonomi kita memberikan alokasi belanja internet gratis bagi para murid, para guru, para mahasiswa dan para dosen,” katanya.
Menurutnya efektivitas dari belanja ini sangat tergantung kepada kualitas dari programnya. Dia memahami dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama memiliki tugas yang berat karena bertanggung jawab bagi kualitas SDM sekarang ini dan ke depan.
"Kementerian Keuangan selama ini terus mencoba belanja negara yang begitu besar pada anggaran pendidikan. Kalau pada awal-awal, 20 persen anggaran pendidikan selalu habis, maka kementerian keuangan mulai merintis apa yang disebut pembentukan dana abadi," ucapnya.
Baca juga: Kemendikbud dan LPDP akan Sediakan Beasiswa S1 untuk Siswa Berprestasi
Pada masa pandemi ini, anggaran pendidikan mengalami kenaikan agar para siswa tidak merasakan dampak lebih parah dari pandemi Covid-19, termasuk pada saat harus melakukan pembelajaran jarak jauh."Oleh karena itu, di dalam belanja pendidikan termasuk program pemulihan ekonomi kita memberikan alokasi belanja internet gratis bagi para murid, para guru, para mahasiswa dan para dosen,” katanya.
Menurutnya efektivitas dari belanja ini sangat tergantung kepada kualitas dari programnya. Dia memahami dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama memiliki tugas yang berat karena bertanggung jawab bagi kualitas SDM sekarang ini dan ke depan.
"Kementerian Keuangan selama ini terus mencoba belanja negara yang begitu besar pada anggaran pendidikan. Kalau pada awal-awal, 20 persen anggaran pendidikan selalu habis, maka kementerian keuangan mulai merintis apa yang disebut pembentukan dana abadi," ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :