Mahasiswa ITS Manfaatkan Sekam Padi dan Limbah Cair Tempe Jadi Pembangkit Listrik
Selasa, 04 Mei 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswi Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini menambahkan, biohydrogen akan digunakan untuk menghasilkan energi listrik melalui fuel cell. Sedangkan proses fermentasi sekam padi nantinya akan menghasilkan limbah cair yang diproses bersamaan dengan limbah cair tempe pada microbial fuel cell. “Proses ini berfungsi untuk menghasilkan energi listrik tambahan,” ungkapnya.
Baca juga: Pendaftaran SIMAK UI Dibuka, Cek Jadwal dan Cara Pendaftarannya
Gadis kelahiran Surabaya, 13 September 1999 ini menambahkan, gagasan yang disusun sejak akhir tahun 2020 ini menargetkan desa di Kabupaten Pekalongan, setelah sebelumnya melihat potensi komoditas desa di kawasan tersebut. “Potensi terbesar desa di wilayah Pekalongan adalah sekam padi dan limbah tempe. Kedua biomassa itulah yang kami gunakan sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik,” ujarnya.
Dalam penyusunannya, Husnul mengaku merasa kesulitan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Selain itu, untuk menghasilkan energi listrik semaksimal dan seefisien mungkin baik dari segi teknis maupun ekonomi, diperlukan perancangan Antasena Bioelectiricty secara keseluruhan dan analisa kuantitatif yang matang.
Gagasan cemerlang Tim Antasena ITS ini rupanya telah berhasil menyabet medali emas dan gelar Best Paper dalam Paper Competition ITS Expo 2021, awal April lalu.
Baca juga: Pendaftaran SIMAK UI Dibuka, Cek Jadwal dan Cara Pendaftarannya
Gadis kelahiran Surabaya, 13 September 1999 ini menambahkan, gagasan yang disusun sejak akhir tahun 2020 ini menargetkan desa di Kabupaten Pekalongan, setelah sebelumnya melihat potensi komoditas desa di kawasan tersebut. “Potensi terbesar desa di wilayah Pekalongan adalah sekam padi dan limbah tempe. Kedua biomassa itulah yang kami gunakan sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik,” ujarnya.
Dalam penyusunannya, Husnul mengaku merasa kesulitan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Selain itu, untuk menghasilkan energi listrik semaksimal dan seefisien mungkin baik dari segi teknis maupun ekonomi, diperlukan perancangan Antasena Bioelectiricty secara keseluruhan dan analisa kuantitatif yang matang.
Gagasan cemerlang Tim Antasena ITS ini rupanya telah berhasil menyabet medali emas dan gelar Best Paper dalam Paper Competition ITS Expo 2021, awal April lalu.
(mpw)
Lihat Juga :