Bangun Pendidikan Bangsa Lewat Inspiranation 12th SATU Indonesia Awards 2021
Jum'at, 07 Mei 2021 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Festival Pendidikan Astra: Transformasi Pendidikan Mencapai SDGs
“Saya mendongeng dengan pendidikan karakter yang kontekstual. Disesuaikan dengan keberadaan dan kebutuhan anak-anak yang menerima pendidikan karakter melalui dongeng-dongeng,” tutur pria yang belajar berdongeng lewat YouTube tersebut.
Prof. Fasli Jalal merespons positif kontribusi yang dilakukan Eklin & Alena apalagi dalam dunia pendidikan. “Tujuan pendidikan lebih dari sekedar agar memperoleh pekerjaan. Hal penting lainnya yaitu untuk membangun karakter dan juga membantu kemajuan bangsa karena kekuatan masa depan bangsa terletak di tangan masyarakat yang berpendidikan,” ujarnya.
Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku
Youth Interfaith Peace Camp merupakan sebuah program untuk berbagi tentang nilai perdamaian dan menghidupkan perdamaian lewat kreativitas dan keseharian hidup yang didirikan oleh Eklin Amtor de Fretes. Sebanyak 90 pemuda lintas iman di Maluku (Islam, Kristen, Katholik, Agama Suku Nuaulu) telah mengikuti Youth Interfaith Peace Camp.
Setelah membuat program ini, Eklin mulai berdongeng untuk menyampaikan pesan terkait pendidikan perdamaian bagi anak-anak kecil di Maluku guna melawan cerita-cerita konflik yang membawa segregasi wilayah di Maluku melalui Dongeng Damai atau Dodi seperti nama dari boneka yang ia gunakan sebagai alat peraga dalam berdongeng.
“Saya mendongeng dengan pendidikan karakter yang kontekstual. Disesuaikan dengan keberadaan dan kebutuhan anak-anak yang menerima pendidikan karakter melalui dongeng-dongeng,” tutur pria yang belajar berdongeng lewat YouTube tersebut.
Prof. Fasli Jalal merespons positif kontribusi yang dilakukan Eklin & Alena apalagi dalam dunia pendidikan. “Tujuan pendidikan lebih dari sekedar agar memperoleh pekerjaan. Hal penting lainnya yaitu untuk membangun karakter dan juga membantu kemajuan bangsa karena kekuatan masa depan bangsa terletak di tangan masyarakat yang berpendidikan,” ujarnya.
Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku
Youth Interfaith Peace Camp merupakan sebuah program untuk berbagi tentang nilai perdamaian dan menghidupkan perdamaian lewat kreativitas dan keseharian hidup yang didirikan oleh Eklin Amtor de Fretes. Sebanyak 90 pemuda lintas iman di Maluku (Islam, Kristen, Katholik, Agama Suku Nuaulu) telah mengikuti Youth Interfaith Peace Camp.
Setelah membuat program ini, Eklin mulai berdongeng untuk menyampaikan pesan terkait pendidikan perdamaian bagi anak-anak kecil di Maluku guna melawan cerita-cerita konflik yang membawa segregasi wilayah di Maluku melalui Dongeng Damai atau Dodi seperti nama dari boneka yang ia gunakan sebagai alat peraga dalam berdongeng.
Lihat Juga :