Membangun Mindset Entrepreneur Ala Alumnus IPB University
Senin, 10 Mei 2021 - 23:31 WIB
loading...
Bayu M Anggara, alumnus IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK menjadi salah satu pendiri dari start up FishLog. Foto/IPB University
A
A
A
JAKARTA - Bayu M Anggara, alumnus IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menjadi salah satu pendiri dari start up FishLog . Yakni platform transformasi digital logistik dan pengolahan yang terintegrasi bagi petambak ikan dan nelayan. Saat ini, FishLog memiliki lebih dari 20 cold storage yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga lebih dari 40 Usaha Kecil Menengah (UKM) Perikanan di Jabodetabek.
"Saya memiliki orang tua yang keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru SD, kakak saya juga PNS. Saya memutuskan untuk tidak jadi PNS bukan karena tidak ingin, saya hanya mencari alternatif lain apa yang menarik untuk saya tekuni nantinya. Ketika kuliah, mindset saya dibangun dengan sudut pandang entrepreneur yang keren," terang pemuda asal Jepara, Jawa Tengah ini dalam keterangan persnya, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Sarjana Unggul, Ini Syarat dan Tata Cara Mendaftar Beasiswa PMDSU
Baginya, entrepreneur menjadi keren karena dapat membantu banyak orang dan dapat berdampak terhadap orang lain. "Hal ini yang tidak diajari orang tua saya, akhirnya saya mulai pelajari dan merasa akan mendalami ini. Kemudian saya mulai dari industri yang saya pahami, yaitu dunia perikanan. Akhirnya entrepreneurship itu tumbuh dari mindset saya dengan minat belajar yang tinggi, karena saya selalu bosan jika melakukan sesuatu yang sifatnya rutinitas. Dengan rasa lapar inilah yang dapat membuat saya bertahan," ungkapnya.
Ia memutuskan untuk mengawali karirnya di perikanan dengan melihat adanya peluang dari masalah yang banyak terjadi di kalangan nelayan. Secara keilmuan, ikan merupakan komoditas pertanian yang paling cepat rusak. Hal ini dapat dibuktikan jika ikan diletakkan di meja selama dua jam, maka kualitasnya sudah menurun. Bagi Bayu, tantangan tersebut menjadikan ikan menarik untuk diperhatikan proses pengelolaannya.
"Saya memiliki orang tua yang keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru SD, kakak saya juga PNS. Saya memutuskan untuk tidak jadi PNS bukan karena tidak ingin, saya hanya mencari alternatif lain apa yang menarik untuk saya tekuni nantinya. Ketika kuliah, mindset saya dibangun dengan sudut pandang entrepreneur yang keren," terang pemuda asal Jepara, Jawa Tengah ini dalam keterangan persnya, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Sarjana Unggul, Ini Syarat dan Tata Cara Mendaftar Beasiswa PMDSU
Baginya, entrepreneur menjadi keren karena dapat membantu banyak orang dan dapat berdampak terhadap orang lain. "Hal ini yang tidak diajari orang tua saya, akhirnya saya mulai pelajari dan merasa akan mendalami ini. Kemudian saya mulai dari industri yang saya pahami, yaitu dunia perikanan. Akhirnya entrepreneurship itu tumbuh dari mindset saya dengan minat belajar yang tinggi, karena saya selalu bosan jika melakukan sesuatu yang sifatnya rutinitas. Dengan rasa lapar inilah yang dapat membuat saya bertahan," ungkapnya.
Ia memutuskan untuk mengawali karirnya di perikanan dengan melihat adanya peluang dari masalah yang banyak terjadi di kalangan nelayan. Secara keilmuan, ikan merupakan komoditas pertanian yang paling cepat rusak. Hal ini dapat dibuktikan jika ikan diletakkan di meja selama dua jam, maka kualitasnya sudah menurun. Bagi Bayu, tantangan tersebut menjadikan ikan menarik untuk diperhatikan proses pengelolaannya.
Lihat Juga :