Puan Maharani: Menara Gading Pendidikan Tinggi Harus Ditinggalkan
Rabu, 02 Juni 2021 - 16:09 WIB
loading...
Ketua DPR Puan Maharani hadir dan menyampaikan keynote speech pada webinar series Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) Seri ke-3. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani hadir dan menyampaikan keynote speech pada webinar series Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) Seri ke-3 bertajuk Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan.
Acara ini ditayangkan di kanal Youtube Universitas Indonesia dan UI Teve. Pada Webinar MWA UI Seri Pertama bertajuk Tantangan dan Strategi Sektor Keuangan untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” dan Webinar MWA UI Seri Kedua yang bertema Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan dalam Memerangi Covid-19.
Dalam pemaparannya, Puan memaparkan menara gading dunia pendidikan Indonesia sudah tidak dapat lagi dipertahankan karena membuat para peserta didik tidak adaptif terhadap perkembangan zaman. “Menara gading adalah kondisi dimana pendidikan menjadi tempat seseorang belajar sambil terpisahkan dirinya dari masyarakat, dan setelah selesai maka kembali ke masyarakat, tanpa memahami cepatnya perubahan yang terjadi di luar kampus,” tuturnya. Baca juga: Transformasi Enam UIN, Kemenag: Jangan Sampai Rasanya Tetap IAIN
Menurut dia, kampus kemudian hanya menjadi sebuah pabrik gelar-gelar akademis, dan menjadikan peserta didiknya minim kemampuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Dia menjelaskan, salah satu gelombang perubahan zaman yang harus dihadapi generasi bangsa saat ini adalah perkembangan teknologi-informasi yang begitu cepat. Perkembangan robotik, kecerdasan buatan, blockchain, crypto currency, dan algoritma kesadaran adalah beberapa hal yang harus dipelajari generasi masa kini untuk menambah kemampuan masa depan mereka. Untuk itulah pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi sebuah keharusan.
Tantangan penguasaan atas teknologi informasi dan komunikasi yang dihadapi oleh generasi masa depan ini juga disepakati oleh Rektor UI Prof Ari Kuncoro. “Kegagalan untuk menguasai teknologi menyebabkan bangsa kita menjadi rentan terhadap arus serbuan berita palsu atau hoaks. Selain itu, kegagapan teknologi juga berkorelasi terhadap lahirnya kemiskinan di bidang literasi informasi. Di sinilah, pendidikan jelas memikul tanggung jawab utama,” ujarnya dalam sambutan. Baca juga: Kesempatan Emas, Pendaftaran Beasiswa LPDP Diperpanjang
Menurut dia, untuk mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi ini membutuhkan komitmen dan investasi dari semua pihak, termasuk dari DPR sebagai sebuah institusi legislatif pemegang fungsi pengawasan alokasi anggaran negara.
Acara ini ditayangkan di kanal Youtube Universitas Indonesia dan UI Teve. Pada Webinar MWA UI Seri Pertama bertajuk Tantangan dan Strategi Sektor Keuangan untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” dan Webinar MWA UI Seri Kedua yang bertema Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan dalam Memerangi Covid-19.
Dalam pemaparannya, Puan memaparkan menara gading dunia pendidikan Indonesia sudah tidak dapat lagi dipertahankan karena membuat para peserta didik tidak adaptif terhadap perkembangan zaman. “Menara gading adalah kondisi dimana pendidikan menjadi tempat seseorang belajar sambil terpisahkan dirinya dari masyarakat, dan setelah selesai maka kembali ke masyarakat, tanpa memahami cepatnya perubahan yang terjadi di luar kampus,” tuturnya. Baca juga: Transformasi Enam UIN, Kemenag: Jangan Sampai Rasanya Tetap IAIN
Menurut dia, kampus kemudian hanya menjadi sebuah pabrik gelar-gelar akademis, dan menjadikan peserta didiknya minim kemampuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Dia menjelaskan, salah satu gelombang perubahan zaman yang harus dihadapi generasi bangsa saat ini adalah perkembangan teknologi-informasi yang begitu cepat. Perkembangan robotik, kecerdasan buatan, blockchain, crypto currency, dan algoritma kesadaran adalah beberapa hal yang harus dipelajari generasi masa kini untuk menambah kemampuan masa depan mereka. Untuk itulah pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi sebuah keharusan.
Tantangan penguasaan atas teknologi informasi dan komunikasi yang dihadapi oleh generasi masa depan ini juga disepakati oleh Rektor UI Prof Ari Kuncoro. “Kegagalan untuk menguasai teknologi menyebabkan bangsa kita menjadi rentan terhadap arus serbuan berita palsu atau hoaks. Selain itu, kegagapan teknologi juga berkorelasi terhadap lahirnya kemiskinan di bidang literasi informasi. Di sinilah, pendidikan jelas memikul tanggung jawab utama,” ujarnya dalam sambutan. Baca juga: Kesempatan Emas, Pendaftaran Beasiswa LPDP Diperpanjang
Menurut dia, untuk mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi ini membutuhkan komitmen dan investasi dari semua pihak, termasuk dari DPR sebagai sebuah institusi legislatif pemegang fungsi pengawasan alokasi anggaran negara.
Lihat Juga :