Perkuat Kompetensi Lulusan, UP Gandeng Universitas Unggulan Luar Negeri
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:14 WIB
loading...
Universitas Pertamina (UP) menggandeng Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk memperkuat kompetensi lulusan. Foto/Dok/Humas UP
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan daya saing sumber daya manusia Indonesia masih tertinggal dari negara tetangganya di ASEAN. World Economic Forum dalam laporan tahunan global competitiveness pada 2019 menunjukkan daya saing Indonesia berada di rangking 50 dari 141 negara. Masih tertinggal dari Malaysia , Thailand, dan Singapura. Untuk menghadapi dinamika persaingan kerja, SDM Indonesia harus disiapkan untuk memiliki nilai kompetensi yang tinggi.
Sebagaimana tertuang dalam konsep Taxonomy of Educational Objectives, untuk mencapai level Higher Order Thinking skills (HOTS), setidaknya ada 10 keterampilan yang dibutuhkan. Dua di antaranya adalah kemampuan menganalisa dan berinovasi, serta kemampuan tahan banting, mengelola stress dengan baik dan fleksibel. Kedua keterampilan ini diyakini menjadi modal utama untuk dapat unggul di bursa kerja.
Baca juga: Kejar Ketertinggalan dari Malaysia, UP Gelontorkan Beasiswa Milenial Juara Rp1,59 M
Perguruan Tinggi sebagai pencetak SDM, berupaya menjembatani kesenjangan kebutuhan para pencari kerja dengan kompetensi lulusan. Strategi yang dilakukan di antaranya menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan institusi, termasuk dengan sesama perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Pertamina (UP). Dalam rangka menyiapkan lulusan untuk memiliki sifat adaptif dan terbiasa dengan kolaborasi, UP menggandeng Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Terpilihnya UTM sebagai mitra, bukan tanpa alasan. Pasalnya, kampus negeri jiran tersebut berada di urutan ke-187 berdasarkan QS World Rank. UTM juga tersohor sebagai public research university yang berfokus pada pengembangan sains dan teknologi. Kerja sama dengan UTM, diharapkan dapat membuka jalan bagi mahasiswa UP memperkuat budaya riset dan inovasi.
Sebagaimana tertuang dalam konsep Taxonomy of Educational Objectives, untuk mencapai level Higher Order Thinking skills (HOTS), setidaknya ada 10 keterampilan yang dibutuhkan. Dua di antaranya adalah kemampuan menganalisa dan berinovasi, serta kemampuan tahan banting, mengelola stress dengan baik dan fleksibel. Kedua keterampilan ini diyakini menjadi modal utama untuk dapat unggul di bursa kerja.
Baca juga: Kejar Ketertinggalan dari Malaysia, UP Gelontorkan Beasiswa Milenial Juara Rp1,59 M
Perguruan Tinggi sebagai pencetak SDM, berupaya menjembatani kesenjangan kebutuhan para pencari kerja dengan kompetensi lulusan. Strategi yang dilakukan di antaranya menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan institusi, termasuk dengan sesama perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Pertamina (UP). Dalam rangka menyiapkan lulusan untuk memiliki sifat adaptif dan terbiasa dengan kolaborasi, UP menggandeng Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Terpilihnya UTM sebagai mitra, bukan tanpa alasan. Pasalnya, kampus negeri jiran tersebut berada di urutan ke-187 berdasarkan QS World Rank. UTM juga tersohor sebagai public research university yang berfokus pada pengembangan sains dan teknologi. Kerja sama dengan UTM, diharapkan dapat membuka jalan bagi mahasiswa UP memperkuat budaya riset dan inovasi.
Lihat Juga :