Keren, Mahasiswa Cantik Penghafal Alquran Ini Raih Beasiswa ke Turki
Rabu, 09 Juni 2021 - 11:29 WIB
loading...
Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Nisrina Nur Husna memperoleh beasiswa dari lembaga Aziz Mahmud Hüdayi Vakfi lewat hafalan Al-Quran. Foto/Dok/Humas UMM
A
A
A
JAKARTA - Memperoleh beasiswa belajar di luar negeri tidak terbatas pada jalur akademik saja. Ada beberapa jalur unik yang disediakan oleh lembaga pendidikan luar negeri, salah satunya adalah yang diraih Nisrina Nur Husna. Ia memperoleh beasiswa dari lembaga Aziz Mahmud Hüdayi Vakfi lewat hafalan Al-Quran.
Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bercerita bahwa dirinya telah mulai menghafal Al-Quran sejak kecil. Kebiasaannya menghafal Al-Quran terus berlanjut sampai dirinya masuk pesantren tatkala masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: UIII akan Berikan Beasiswa Penuh pada 100 Mahasiswa S2, Tertarik?
“Pada saat kelas dua Sekolah Dasar (SD), saya mulai menghafal Al-Quran karena almarhumah ibu saya membuat jadwal setiap habis maghrib untuk menghafal. Tak terasa, menghafal menjadi sebagian rutinitas saya. Waktu SD saya mulai menghafal juz 30 dan 29. Kemudian saya menekuninya kembali saat memasuki pesantren dan menghafal dari surah Al-Baqarah. Hafalan tersebut berlanjut sampai sekarang ketika berkuliah di UMM,” ujar Nisrina dalam keterangan pers, Rabu (9/6/2021).
Nisrina kembali bercerita bahwa program belajarnya di Turki akan berjalan selama satu tahun. Para mahasiswa akan membenarkan bacaan Al-Quran dan belajar bahasa Turki terlebih dahulu. Setelah itu para mahasiswa baru didorong untuk menghafal Al-Quran.
![Keren, Mahasiswa Cantik Penghafal Alquran Ini Raih Beasiswa ke Turki]()
“Pembelajaran di Turki menggunakan teknik pomodoro yakni belajar dari jam 10.00 sampai 14.00 lalu akan ada istirahat 15 menit setiap 30 menit sekali. Untuk proses menghafal Al-Quran, terdapat seleksi terlebih dahulu. Seleksi tersebut berupa ujian dengan para guru yakni hafalan surat pilihan, kemudian disetorkan. Dari ujian tersebut akan dilihat berapa lama mahasiswa mampu menghafal 10 surat tersebut,” kata Nisrina.
Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bercerita bahwa dirinya telah mulai menghafal Al-Quran sejak kecil. Kebiasaannya menghafal Al-Quran terus berlanjut sampai dirinya masuk pesantren tatkala masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: UIII akan Berikan Beasiswa Penuh pada 100 Mahasiswa S2, Tertarik?
“Pada saat kelas dua Sekolah Dasar (SD), saya mulai menghafal Al-Quran karena almarhumah ibu saya membuat jadwal setiap habis maghrib untuk menghafal. Tak terasa, menghafal menjadi sebagian rutinitas saya. Waktu SD saya mulai menghafal juz 30 dan 29. Kemudian saya menekuninya kembali saat memasuki pesantren dan menghafal dari surah Al-Baqarah. Hafalan tersebut berlanjut sampai sekarang ketika berkuliah di UMM,” ujar Nisrina dalam keterangan pers, Rabu (9/6/2021).
Nisrina kembali bercerita bahwa program belajarnya di Turki akan berjalan selama satu tahun. Para mahasiswa akan membenarkan bacaan Al-Quran dan belajar bahasa Turki terlebih dahulu. Setelah itu para mahasiswa baru didorong untuk menghafal Al-Quran.

“Pembelajaran di Turki menggunakan teknik pomodoro yakni belajar dari jam 10.00 sampai 14.00 lalu akan ada istirahat 15 menit setiap 30 menit sekali. Untuk proses menghafal Al-Quran, terdapat seleksi terlebih dahulu. Seleksi tersebut berupa ujian dengan para guru yakni hafalan surat pilihan, kemudian disetorkan. Dari ujian tersebut akan dilihat berapa lama mahasiswa mampu menghafal 10 surat tersebut,” kata Nisrina.
Lihat Juga :