Mahasiswa Unair Raih Medali Emas IICYMS Berkat Alat Deteksi Kebohongan

Senin, 12 Juli 2021 - 23:06 WIB
loading...
Mahasiswa Unair Raih...
Mahasiswa Universitas Airlangga mampu menciptakan terobosan dengan membuat alat pendeteksi kebohongan. Foto/Dok/Unair
A A A
SURABAYA - Mahasiswa Universitas Airlangga mampu menciptakan terobosan dengan membuat alat pendeteksi kebohongan. Inovasi itu pun membawa para mahasiswa itu menjadi jawara kompetisi Intenational Invention Competition for Young Moslem Scientist 2021 (IICYMS 2021) yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association.

Lima mahasiswa Universitas Airlangga itu tergabung dalam satu tim dan berhasil meraih medali emas dan Macedonia Special Awards untuk inovasi teknologi lie detector . IICYMS 2021 merupakan lomba berskala internasional yang diikuti oleh 17 negara, seperti Malaysia, Singapura, dan Turki.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, UGM Perkuat Peran Tim Psikolog

Ketua Tim Mahasiswa Gina Yunita Pranosa menuturkan, lie detector pada umumnya menggunakan sensor khusus dan poligraf untuk mengukur detak jantung. Sementara lie detector yang sedang dikembangkan oleh Gina dan tim menggunakan serat optik (fiber optic) untuk mengukur detak jantung guna mendeteksi kebohongan.

“Dengan menggunakan serat optik, kami bisa mendapat resultan deteksi kebohongan yang jauh lebih akurat. Dalam rentang frekuensi detak jantung 50 – 300 bpm, telah kami buktikan bahwa tingkat lenearitasnya hampir 100 persen,” kata Gina, Senin (12/7/2021).

Mahasiswa prodi Fisika angkatan 2019 ini menambahkan, lie detector yang dikembangkan timnya memiliki desain yang lebih sederhana. Tak hanya itu, tingkat spesifik yang tinggi itu bisa dijangkau dengan dinamis dan biaya fabrikasi yang murah. Sehingga inovasi ini dapat diaplikasikan dengan mudah di lapangan.

Baca juga: UB Buka Seleksi Mandiri Program Vokasi Jalur Rapor dan UTBK

Gina menambahkan, inovasi tersebut sangat diilhami oleh sebuah jurnal penelitian yang berjudul Fiber Optic Sensor Heart Rate Detection. Inovasi itu merupakan aplikasi nyata dari hipotesis saintifik yang tertuang dalam jurnal tersebut.

Mengikuti kompetisi sains berbasis inovasi tidaklah mudah di tengah pandemi COVID-19 yang masih mengganas. Selama kurang lebih dua bulan persiapan, tim harus melewati berbagai revisi video presentasi.

“Tak hanya itu, kami juga tidak bisa presentasi full team akibat dua anggota tim kami harus rehat akibat kesehatannya drop,” jelasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Kedokteran Jadi Jurusan...
Kedokteran Jadi Jurusan Paling Ketat di Unair Jalur SNBT 2026, Berapa Nilai Reratanya?
PTN Favorit dengan Pendaftar...
PTN Favorit dengan Pendaftar UTBK SNBT Terbanyak 3 Tahun Terakhir
Azriel Bakal Wisuda...
Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Ashanty Ceritakan Detik-detik...
Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Rekomendasi
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved