Ini Tips bagi Orang Tua untuk Bangun Motivasi Belajar Anak

Selasa, 13 Juli 2021 - 00:09 WIB
loading...
Ini Tips bagi Orang...
Seorang siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kondisi pandemik banyak mempengaruhi kehidupan manusia, tidak terkecuali dengan pola pendidikan dan asuh/parenting anak. Anak pun ada yang mengalami kebosanan karena metode pendidikan yang berlangsung daring saat ini sehingga menurunkan motivasi belajar.

Psikolog dari Yayasan Heart of People Yohana Theresia mengatakan, metode daring menjadi tantangan tersendiri bagi yang terlibat di pendidikan dan parenting. Banyak kasus yang ditemui di lapangan, katanya, menunjukan adanya indikasi penurunan motivasi dalam belajar anak .

Baca juga: Ini 5 Keutamaan Pengenalan Profesi pada Anak

Hal itu, ujarnya, tidak lepas dari banyak faktor diantaranya keterbatasan penguasaan gawai di sisi pengajar, materi pembelajaran yang kurang variatif dan menarik hingga kurangnya kontrol penggunaan gawai di anak hingga intervensi yang salah dari orang tua.

“Sehingga jika motivasi belajar turun sangat berpengaruh ke banyak aspek lainnya, yakni level pemahaman, kreativitas, produktivitas dan tentunya hasil pencapaian pembelajaran itu sendiri,” katanya pada webinar Faber-Castell, bertema Menstimulasi Motivasi Belajar Anak di Era New Normal melalui siaran pers, Senin (12/7).

Oleh karena itu, ujarnya, untuk membantu kembali meningkatkan motivasi belajar anak, orang tua setidaknya dapat menerapkan beberapa tips dalam membangun motivasi. Menurutnya, motivasi itu dapat dibagi berdasarkan 2 sumber, yakni intrinsik (internal) dan ekstrinsik (eksternal).

Baca juga: Simak Lagi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi

Tips membangun motivasi tersebut yakni:

1. Orang tua harus ikut terlibat

2. Orang tua juga diminta untuk sering mendengar

3. Orang tua dapat membantu anak untuk memutuskan dan memahami dengan segala bentuk konsekuensi yang ada

4. Orang tua juga harus belajar memahami kondisi si anak. Hal ini kadang yang jarang ada, karena orang tua kurang paham/sensitif dengan apa yang terjadi, terutama saat anak bosan belajar.

5. Orang tua dapat memberikan penghargaan/reward bagi anak jika anak mencapai sesuatu yang telah disepakati sebelumnya, misalkan prestasi baik maupun hal-hal lainnya.

6. Terkait reward harus juga disesuaikan dengan kebutuhan dan bermanfaat, salah satunya yang cocok yakni berupa kebutuhan dan alat belajar bagi si anak itu sendiri.

“Dan pada akhirnya, semua elemen sangat berperan untuk mensukseskan pola belajar dan parenting di era saat ini, orang tua, sekolah, pemerintah dan juga siswa,” pungkasnya.

Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia Lilyana Ang menambahkan, bentuk penghargaan berupa pemenuhan kebutuhan dan alat belajar bisa menjadi pilihan tersendiri bagi orang tua dalam memotivasi anak agar kembali bersemangat belajar meski di rumah saja.

“Salah satu kebutuhan sekolah yang dapat diberikan kepada anak, diantaranya produk tas belajar/sekolah. Tas akan sangat membantu anak untuk bisa merasakan kembali suasana belajar yang ada di sekolah,” katanya.

Tas belajar/ sekolah juga harus disesuaikan dengan isu perkembangan anak. Dari fase Separation Anxiety yang kerap muncul di usia PAUD dan TK, lalu fase kemandirian dan produktivitas di usia SD, hingga pencarian identitas pada usia remaja dan dewasa.

"Tas Faber-Castell telah dibuat berdasarkan hasil riset yang melatari fase-fase dalam perkembangan seorang anak, serta dengan memasukan saran dari ahli kesehatan tulang, guna memastikan kesehatan penggunanya,” tambahnya.

Selain itu, Tas Faber-Castell juga sangat ramah lingkungan karena bebas PVC yang dapat menyebabkan karsinogenik (pemicu kanker). Lily menuturkan, tas tersebut sudah dapat dibeli di marketplace dan toko terdekat.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Keluarga Mulai Siapkan Kebutuhan Belajar Anak
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Berita Terkini
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved