Kisah Putri Petani Sayur yang Diterima di UNY Bermodal Perjuangan dan Air Mata
Senin, 26 Juli 2021 - 22:03 WIB
loading...
Diah Ayuning Tyas diapit kedua orang tuanya, salah satu calon mahasiswa yang diterima di program studi Manajemen FE UNY melalui jalur SNMPTN 2021. Foto/Dok/Humas UNY
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah membuka kesempatan kepada anak yang memiliki potensi akademik baik dari keluarga tidak mampu untuk bisa kuliah di perguruan tinggi. Melalui KIP Kuliah ini maka lulusan SMA, SMK ataupun sederajat ini bisa melanjutkan kuliah sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa dan juga meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.
Salah satu mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah adalah Diah Ayuning Tyas yang diterima di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.
Baca juga: Satu-satunya di Asia, UI Punya Prodi Kedokteran Penerbangan
Perjuangan Ayu, demikian panggilan akrabnya, untuk masuk kampus yang berpusat di kabupaten Sleman, DIY ini juga tidak mudah karena sebelumnya dia berkeinginan agar diterima sebagai salah satu mahasiswa program kedinasan.
Namun ketika menginjak kelas XII gadis kelahiran Kulon Progo 25 Mei 2003 tersebut berubah pikiran karena program kedinasan tersebut tidak dibuka pada 2020 lalu. Apalagi didukung kekhawatiran orang tuanya apabila setelah diterima bekerja ditempatkan di luar Jawa.
“Akhirnya saya memilih mendaftar di Universitas Negeri Yogyakarta,” kata Ayu dilansir dari laman resmi UNY di uny.ac.id, Sabtu (24/7).
Salah satu mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah adalah Diah Ayuning Tyas yang diterima di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.
Baca juga: Satu-satunya di Asia, UI Punya Prodi Kedokteran Penerbangan
Perjuangan Ayu, demikian panggilan akrabnya, untuk masuk kampus yang berpusat di kabupaten Sleman, DIY ini juga tidak mudah karena sebelumnya dia berkeinginan agar diterima sebagai salah satu mahasiswa program kedinasan.
Namun ketika menginjak kelas XII gadis kelahiran Kulon Progo 25 Mei 2003 tersebut berubah pikiran karena program kedinasan tersebut tidak dibuka pada 2020 lalu. Apalagi didukung kekhawatiran orang tuanya apabila setelah diterima bekerja ditempatkan di luar Jawa.
“Akhirnya saya memilih mendaftar di Universitas Negeri Yogyakarta,” kata Ayu dilansir dari laman resmi UNY di uny.ac.id, Sabtu (24/7).
Lihat Juga :