Usung Konsep Languangepreneur, Sandiaga Apresiasi Pendidikan STBA LIA Jakarta
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:50 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi STBA LIA Jakarta yang mengusung konsep Languangepreneur dalam pendidikannya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta yang ikut dalam mencerdaskan anak bangsa dengan mengusung konsep Languangepreneur dalam pendidikannya.
Hal itu diungkap Sandiaga dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta bertajuk “Pentingnya Bahasa Asing di Dunia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang digelar secara virtual pada Minggu (1/8/2021). Selain Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, kata dia, hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Agus Setyo Budi, serta Ketua Pembina Yayasan LIA, Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri.
Menurut Sandi, lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1999 telah membuka peluang usaha bagi setiap anak didiknya, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Sandi berharap STBA LIA Jakarta dapat berinovasi mencetak SDM yang berkompeten dalam berbahasa asing dengan memperhatikan perkembangan tren dan teknologi. "Saya berharap Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta terus berinovasi dalam meningkatkan SDM yang terampil dan kompeten berbahasa asing, baik yang akan terjun ke dunia parekraf maupun bidang lainnya," ujarnya. Baca juga: Sandiaga Buka Posko Bendera Putih untuk Semangati Pelaku Parekraf
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga berharap agar seminar virtual ini dapat memberikan inspirasi kepada seluruh pihak untuk tetap semangat dan terus berkarya, terutama akan pentingnya bahasa asing di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. "Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud demi kesejahteraan, kemajuan bangsa dan negara Indonesia," tutupnya.
Ketua STBA LIA Jakarta, Siti Yulidhar mengatakan, konsep languagepreneur merujuk relasi antara kemampuan berbahasa dan potensi penciptaan peluang usaha. Konsep tersebut dijelaskan Siti Yulidhar secara langsung berimplikasi pada kebutuhan kurikulum serta pendekatan pembelajaran baru yang dapat memfasilitasi terbentuknya SDM yang mumpuni. "Kita telah menyaksikan bagaimana semangat membangun kewirausahaan berbasis bahasa atau languagepreneur menunjukkan peningkatan yang signifikan," katanya. Baca juga: Mengharukan, TNI AL Makamkan Secara Militer Jasad Korban Pembantaian Tentara Belanda
Hal itu diungkap Sandiaga dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta bertajuk “Pentingnya Bahasa Asing di Dunia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang digelar secara virtual pada Minggu (1/8/2021). Selain Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, kata dia, hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Agus Setyo Budi, serta Ketua Pembina Yayasan LIA, Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri.
Menurut Sandi, lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1999 telah membuka peluang usaha bagi setiap anak didiknya, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Sandi berharap STBA LIA Jakarta dapat berinovasi mencetak SDM yang berkompeten dalam berbahasa asing dengan memperhatikan perkembangan tren dan teknologi. "Saya berharap Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta terus berinovasi dalam meningkatkan SDM yang terampil dan kompeten berbahasa asing, baik yang akan terjun ke dunia parekraf maupun bidang lainnya," ujarnya. Baca juga: Sandiaga Buka Posko Bendera Putih untuk Semangati Pelaku Parekraf
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga berharap agar seminar virtual ini dapat memberikan inspirasi kepada seluruh pihak untuk tetap semangat dan terus berkarya, terutama akan pentingnya bahasa asing di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. "Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud demi kesejahteraan, kemajuan bangsa dan negara Indonesia," tutupnya.
Ketua STBA LIA Jakarta, Siti Yulidhar mengatakan, konsep languagepreneur merujuk relasi antara kemampuan berbahasa dan potensi penciptaan peluang usaha. Konsep tersebut dijelaskan Siti Yulidhar secara langsung berimplikasi pada kebutuhan kurikulum serta pendekatan pembelajaran baru yang dapat memfasilitasi terbentuknya SDM yang mumpuni. "Kita telah menyaksikan bagaimana semangat membangun kewirausahaan berbasis bahasa atau languagepreneur menunjukkan peningkatan yang signifikan," katanya. Baca juga: Mengharukan, TNI AL Makamkan Secara Militer Jasad Korban Pembantaian Tentara Belanda
Lihat Juga :