Kemendikbudristek Dorong Peningkatan APK Pendidikan Tinggi yang Berkualitas

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 22:10 WIB
loading...
Kemendikbudristek Dorong...
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek Nizam. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi ( Kemendikbudristek ) mendorong peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang berkualitas untuk menghasilkan SDM unggul.

Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam mengatakan, APK pendidikan tinggi saat ini baru 31% sementara target pada tahun 2024 APK pendidikan tinggi itu adalah 37%. Di sisi lain, dia menyampaikan, bonus demografi tidak serta merta menjadi kekuatan ekonomi tanpa ada persiapan SDM unggul.

Baca juga: Inilah 9 Inovasi Teknologi Keren dari Perguruan Tinggi

"Jadi betul-betul APK ini menjadi hal yang penting," kata Nizam pada webinar Universitas Yarsi, Kamis (12/8/2021).

Nizam menjelaskan, mahasiswa yang terdaftar di Dikti ada 7,9 juta. Sedangkan jumlah mahasiswa baru ada 2 jutaan yang berada di PTN dan juga PTS. Nizam menekankan, APK memang perlu akan tetapi mengandalkan APK saja belum cukup sebab mahasiswa harus bisa masuk ke pendidikan tinggi yang berkualitas untuk menghasilkan SDM-SDM yang betul-betul unggul. "Ini adalah tantangan terbesar kita," ujarnya.

Nizam menuturkan, strategi peningkatan APK itu pertama melalui peningkatan kapasitas PTN dan merger PTS-PTS kecil. Menurutnya, Kemendikbudristek telah menganggarkan Rp35 miliar untuk mendorong PTS-PTS yang kecil merger sehingga bisa menjadi PTS yang besar untuk bisa meningkatkan mutunya dan menarik mahasiswa yang lebih banyak.

Selain itu, pemerintah juga membuat ICE Institute atau marketplace pembelajaran daring sehingga mahasiswa dari kampus yang kurang SDM ataupun materi bisa mengambil mata kuliah yang diselenggarakan beberapa perguruan tinggi papan atas yang tergabung di ICE Institute.

Baca juga: Keren, Tim Mahasiswa UGM Borong 62 Medali di ARC ASEAN

Selanjutnya, pemerintah juga mengakselerasi beasiswa melalui KIP Kuliah dimana program studi yang terakreditasi A diberikan kuota beasiswa yang lebih besar. "Sehingga mahasiswa tidak mampu mendapat perguruan tinggi yang berkualitas sehingga bisa mendapat nilai tambah optimal," imbuhnya.

Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal mengatakan, pemerintah saat ini memfokuskan pada pembangunan SDM yang berbeda dengan fokus pemerintah sebelumnya yang mengutamakan infrastruktur. Oleh karena itu, pandemi yang saat ini juga berdampak pada SDM sementara SDM adalah pilar utama pembangunan ke depan maka harus dipikirkan solusi yang perlu dilakukan oleh PTN maupun PTS.

Fasli mengatakan, dampak pandemi pada perguruan tinggi sangat jelas. Yakni ada pengurangan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi sekitar 20-30% dan ini merupakan gangguan yang besar bagi terselenggaranya pelaksanaan pendidikan tinggi yang bermutu.

Dia menyatakan, berbagai upaya sudah digaungkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mengenai hal ini dan bahkan Ketua APTISI pun sudah bertemu dengan Presiden untuk menyampaikan permasalahan dan harapan yang ada.

Fasli juga menyoroti transparansi penerimaan mahasiswa baru di PTN harus diperjelas. "Sehingga PTS tahu persis bagaimana dia mempertimbangkan berapa kuota per prodi, didaerah mana dan di tier mana. Jadi kita bisa membuat perencanaan yang lebih strategis dalam melihat peluang nanti. Tanpa itu akan susah," katanya.

Fasli menuturkan, selama ini proses penerimaan mahasiswa baru di PTS menunggu terlebih dulu para calon mahasiswa baru untuk berlomba di PTN yang mereka minati dan menunggu hasil seleksi di PTN tersebut. Setelah itu, katanya, ketika sudah tidak diterima di PTN dengan berbagai skema penerimaan maka baru beralih ke swasta.

Menurutnya, kondisi ini menyulitkan kampus swasta untuk merencanakan secara proaktif perkiraan mahasiswa baru yang diterima di tahun mendatang dan berapa kuota yang disediakan. "Padahal penerimaan mahasiswa baru ini adalah darah utama dari berjalannya PTS yang 60% dari mahasiswa Indonesia dikontribusikan oleh PTS-PTS ini," katanya.

Fasli menjelaskan, forum ini dilakukan dengan tujuan mencari kemaslahatan bersama akan adanya peran pemerintah dan peran swasta. "Sehingga apapun keputusan pemerintah bisa memberi win-win solution. PTN juga nyaman dan PTS punya peluang untuk melakukan perencanaan dan bisa hidup walau didera pandemi," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
BCA Berbagi Ilmu Ajak...
BCA Berbagi Ilmu Ajak Mahasiswa Untirta Ubah Kegagalan Jadi Peluang
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Rekomendasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved