Tim Mahasiswa UGM Raih 4 Penghargaan di Kompetisi ARC Tingkat ASEAN
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, produk ini dikemas oleh bahan edible film berbahan rumput laut dan biodegradable plastic yang ramah lingkungan. “Kelebihannya produk ini dapat dikonsumsi oleh siapapun termasuk vegetarian,” paparnya.
Selain itu, pada kompetisi poster competition, tim UGM merancang sebuah konsep yang bernama HYDRA: Heavy-Duty Hydrogen Fuel Cell Tractors to Sustain Regenerative Agricultural. Inovasi ini adalah konsep pengembangan teknologi traktor berbahan bakar hidrogen untuk mendukung energi bersih dan terbarukan.
“Karena misi dari Regenerative Agricultural adalah membalikkan perubahan iklim dan mengurangi penggunaan karbon pada lingkungan pertanian,” ujarnya.
Keberhasilan tim UGM mendapat empat penghargaan sekaligus dalam kompetisi ini, Kata Anggie, tidak lepas dari persiapan yang mereka lakukan selama 1 bulan yakni dengan mendalami riset tersebut dengan acuan studi literature dan jurnal internasional dan dibimbing langsung oleh Dr.nat.tech Andriati Ningrum, dan Dr. Manikharda.
Ia berharap kedepan produk All Can Eat Meat segera direalisasikan mengingat potensi pasar yang dimiliki cukup besar, dan impak produk yang cukup baik. Selain itu, produk ini merupakan salah satu jawaban atas tantangan permasalahan ketahanan pangan yang ada di regional ASEAN.
Selain itu, keunggulan produk pangan ini biaya produksi dinilai cukup rendah maka harga jual produk juga lebih rendah dibandingkan daging sapi sehingga dapat menyasar segmen kalangan ekonomi menengah ke bawah yang ingin menikmati daging buatan yang memiliki tekstur serupa dengan daging sapi.
Selain itu, pada kompetisi poster competition, tim UGM merancang sebuah konsep yang bernama HYDRA: Heavy-Duty Hydrogen Fuel Cell Tractors to Sustain Regenerative Agricultural. Inovasi ini adalah konsep pengembangan teknologi traktor berbahan bakar hidrogen untuk mendukung energi bersih dan terbarukan.
“Karena misi dari Regenerative Agricultural adalah membalikkan perubahan iklim dan mengurangi penggunaan karbon pada lingkungan pertanian,” ujarnya.
Keberhasilan tim UGM mendapat empat penghargaan sekaligus dalam kompetisi ini, Kata Anggie, tidak lepas dari persiapan yang mereka lakukan selama 1 bulan yakni dengan mendalami riset tersebut dengan acuan studi literature dan jurnal internasional dan dibimbing langsung oleh Dr.nat.tech Andriati Ningrum, dan Dr. Manikharda.
Ia berharap kedepan produk All Can Eat Meat segera direalisasikan mengingat potensi pasar yang dimiliki cukup besar, dan impak produk yang cukup baik. Selain itu, produk ini merupakan salah satu jawaban atas tantangan permasalahan ketahanan pangan yang ada di regional ASEAN.
Selain itu, keunggulan produk pangan ini biaya produksi dinilai cukup rendah maka harga jual produk juga lebih rendah dibandingkan daging sapi sehingga dapat menyasar segmen kalangan ekonomi menengah ke bawah yang ingin menikmati daging buatan yang memiliki tekstur serupa dengan daging sapi.
(mpw)
Lihat Juga :