Riset dan Inovasi PT Diharapkan Jadi Jalan Keluar Persoalan Pembangunan Saat Pandemi
Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:54 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada acara Workshop Senat Fakultas Teknik UGM bertema Arah Kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas UGM, Selasa (24/8). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kemajuan ekonomi suatu negara tentu saja tidak dapat dilepaskan dari pengembangan riset dan inovasi yang nantinya akan berperan dalam peningkatan perekonomian. Salah satu ukuran kemajuan riset dan inovasi suatu negara dapat tercermin melalui peringkat Global Innovation Index (GII).
Berdasarkan survei World Competitiveness Yearbook (WCY) 2021 yang dilakukan IMD World Competitiveness Center telah menempatkan daya saing Indonesia pada peringkat ke-37 dari total 64 negara.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Program Persiapan Studi Magister di Luar Negeri Diperpanjang
Sementara, dalam ukuran yang tercermin melalui peringkat GII tahun 2020, saat ini Indonesia masih berada di peringkat 85 dan Indonesia tertinggal jauh dari beberapa negara lain di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
“Dalam IMD World Competitiveness Center, daya saing menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan tingkat inovasi. Hal ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi bagaimana bisa meningkatkan kontribusi untuk meningkatkan daya saing,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada acara Workshop Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema Arah Kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas UGM, yang dilakukan secara virtual, Selasa (24/8).
Berdasarkan survei World Competitiveness Yearbook (WCY) 2021 yang dilakukan IMD World Competitiveness Center telah menempatkan daya saing Indonesia pada peringkat ke-37 dari total 64 negara.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Program Persiapan Studi Magister di Luar Negeri Diperpanjang
Sementara, dalam ukuran yang tercermin melalui peringkat GII tahun 2020, saat ini Indonesia masih berada di peringkat 85 dan Indonesia tertinggal jauh dari beberapa negara lain di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
“Dalam IMD World Competitiveness Center, daya saing menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan tingkat inovasi. Hal ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi bagaimana bisa meningkatkan kontribusi untuk meningkatkan daya saing,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada acara Workshop Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema Arah Kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas UGM, yang dilakukan secara virtual, Selasa (24/8).
Lihat Juga :