Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa di Sekolah, Kemendikbudristek Luncurkan SIPLah
Kamis, 26 Agustus 2021 - 18:36 WIB
loading...
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbudristek meluncurkan program Merdeka Belajar episode ke 12 yakni peluncuran Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). SIPLah menjadi platform marketplace yang memudahkan sekolah berbelanja menggunakan sumber dana bantuan pemerintah dengan sistem digital dan fleksibel.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, SIPLah merupakan platform untuk melakukan pengadaan barang dan jasa. Pertama kali diluncurkan pada 2019 dan tahun ini ditransformasi kembali dengan berbagai macam fitur yang dapat membantu sekolah dalam melakukan pengadaan sekolah yang jauh lebih transparan, aman dan mudah.
Baca juga: Jelang PTM, Forum Orang Tua Siswa Minta Vaksinasi Pelajar Dikebut
Nadiem menjelaskan, Kemendikbudristek telah menyalurkan dana BOS Rp53,4 triliun pada 2021 kepada 216 ribu sekolah dan sekolah boleh membelanjakan dana BOS ini secara fleksibel dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Bahkan dana BOS pun bisa untuk melengkapi persiapan belajar tatap muka.
Namun, dia mengaku setelah berkeliling ke sekolah dia mendengar banyak keluhan pemakaian dana BOS dari sekolah. Misalnya intimidasi dari oknum untuk mencari kesalahan sekolah dalam pembelanjaan dana BOS ataupun beban administrasi bagi kepala sekolah.
Disisi lain, katanya, harus diakui juga ada isu korupsi dana BOS yang terjadi di lapangan. "Kasus-kasus seperti ini bisa dihindari kalau semakin besar persentase penggunaan dana BOS dilakukan secara online dan transparan melalui platform digital," katanya pada peluncuran SIPLah secara daring, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Program Persiapan Studi Magister di Luar Negeri Diperpanjang
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, SIPLah merupakan platform untuk melakukan pengadaan barang dan jasa. Pertama kali diluncurkan pada 2019 dan tahun ini ditransformasi kembali dengan berbagai macam fitur yang dapat membantu sekolah dalam melakukan pengadaan sekolah yang jauh lebih transparan, aman dan mudah.
Baca juga: Jelang PTM, Forum Orang Tua Siswa Minta Vaksinasi Pelajar Dikebut
Nadiem menjelaskan, Kemendikbudristek telah menyalurkan dana BOS Rp53,4 triliun pada 2021 kepada 216 ribu sekolah dan sekolah boleh membelanjakan dana BOS ini secara fleksibel dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Bahkan dana BOS pun bisa untuk melengkapi persiapan belajar tatap muka.
Namun, dia mengaku setelah berkeliling ke sekolah dia mendengar banyak keluhan pemakaian dana BOS dari sekolah. Misalnya intimidasi dari oknum untuk mencari kesalahan sekolah dalam pembelanjaan dana BOS ataupun beban administrasi bagi kepala sekolah.
Disisi lain, katanya, harus diakui juga ada isu korupsi dana BOS yang terjadi di lapangan. "Kasus-kasus seperti ini bisa dihindari kalau semakin besar persentase penggunaan dana BOS dilakukan secara online dan transparan melalui platform digital," katanya pada peluncuran SIPLah secara daring, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Program Persiapan Studi Magister di Luar Negeri Diperpanjang
Lihat Juga :