Inovasi, Mahasiswa UGM Buat Alat Penyimpanan Vaksin Covid-19 untuk Daerah 3T

Rabu, 01 September 2021 - 10:41 WIB
loading...
Inovasi, Mahasiswa UGM...
Tim Mahasiswa UGM mengembangkan alat penyimpanan vaksin Covid-19 yang dapat menyimpan vaksin tetap aman sampai ke daerah terpencil sekalipun. Foto: Dok/Humas UGM
A A A
JAKARTA - Untuk menghadapi pandemi Covid-19 , pemerintah menggalakkan program vaksinasi nasional. Berbagai vaksin yang telah didatangkan dari luar negeri didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Tentu terdapat tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian ini. Pertama, vaksin yang didistribusikan tersebut harus dijaga dengan suhu 2-8oC sampai ke tempat dilaksanakannya vaksinasi.

Baca juga: Genjot Inovasi, UI Hasilkan 3.890 Kekayaan Intelektual

Kedua, terkait bagaimana mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, layaknya daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dimana membutuhkan waktu sampai berhari-hari?

Tantangan tersebut kemudian dijawab oleh lima orang mahasiswa UGM yang terdiri dari Muhammad Rizqiansyah (Teknik Fisika 2018), Ananda Fikri Nugroho (Teknik Fisika 2018), Devara Zain Al Adid (Teknik Elektro 2018), Kaninda Khairunnisa (Teknik Fisika 2019), dan Fauzian Sekar Indrasyah (Farmasi 2019).

Mereka mengembangkan alat penyimpanan vaksin Covid-19 yang dapat menyimpan vaksin tetap aman sampai ke daerah terpencil sekalipun. Alat tersebut diberi nama Smart Vaccine Tube.

Baca juga: Tersedia Beragam Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia, Ini 6 Tips Pilih Beasiswa

Bentuknya kotak ringan yang dapat digendong/disandang layaknya tas. Pengembangan alat tersebut diketahui masuk dalam program PKM-KC yang berhasil mendapat pendanaan penuh dari Kemendikbud Ristek tahun 2021 ini.

“Tujuannya alat penyimpanan vaksin ini (agar) dapat mempercepat akselerasi program vaksinasional terutama ke daerah terpencil, seperti daerah 3T. Harapannya jumlah target sasaran vaksinasi di Indonesia bisa tercapai dan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dalam waktu dekat sehingga semuanya bisa normal kembali,” ungkap Ketua Tim Muhammad Rizqiansyah dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Rabu (1/9/2021).

Smart Vaccine Tube tersebut berbasis dari teknologi superthermos. Dengan menggunakan bahan berupa aluminium bubble foil dan styrofoam, Smart Vaccine Tube dirancang memiliki empat layer (lapisan) dari luar. Suhu dalam kotak didinginkan menggunakan peltier.

Pada bagian atas, penutup luar, terdapat LCD dan indikator LED yang berfungsi untuk memonitoring temperatur dalam kotak.

Indikator LED tersebut akan berwarna hijau jika temperatur dalam kotak berada diantara 2,5-7,5oC. Berwarna kuning jika temperatur berada diantara 2-2,5oC atau 7,5-8oC. Berwarna merah jika temperatur dalam kotak di luar suhu 2-8oC.

Dalam Smart Vaccine Tube pun terdapat wadah vaksin (dibuat dengan menggunakan teknologi 3D printing) yang berfungsi sebagai dudukan vaksin agar terhindar dari goncangan selama pendistribusian.

Perlu diketahui juga, pembuatan Smart Vaccine Tube ini menghabiskan biaya yang terjangkau dengan karakteristik penyimpanan cukup lama sekaligus hemat energi.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, dari sasaran vaksinasi lebih kurang 208 juta penduduk. Per 31 Agustus 2021, vaksinasi dosis 1 baru terlaksana 30% atau sekitar 60 juta. Sedangkan, vaksinasi dosis 2 baru tercapai 17% atau sekitar 35 juta.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Roy Suryo Tampilkan...
Roy Suryo Tampilkan Ijazah UGM Istrinya: Tak Ada Tulisan Gadhaj Adam
Soal Tanda Gadhaj Adam,...
Soal Tanda Gadhaj Adam, Andi Azwan Sebut bukan Hanya Ada di Ijazah Jokowi
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved