ITB akan Gelar Perkuliahan Tatap Muka Hybrid dalam Waktu Dekat
Jum'at, 03 September 2021 - 15:02 WIB
loading...
Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka peluang menggelar perkuliahan tatap muka (PTM) usia digelarnya ujian tengah semester (UTS) sekitar September atau Oktober 2021. Kendati begitu, PTM akan digelar secara luring dan daring (hybrid).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB Jaka Sembiring mengatakan, sudah ada informasi dari Dikti Kemendikbudristek untuk dapat segera kelas tatap muka dilaksanakan, tetapi tentu dengan mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Baca juga: 14 Universitas Terbaik Indonesia versi THE World University Rankings 2022
“Kami membuka kampus itu tidak dengan gegabah, apalagi melibatkan ribuan mahasiswa dan dosen. Hal ini dilakukan secara rinci dan bertahap. Sementara ini coba telah kami lakukan sebelum PPKM," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (3/9/2021).
Menurut dia, untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, disertasi, dan tesis sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan di dalam kampus.
Sedangkan untuk kemungkinan pembukaan kampus secara hibrid, karena tidak mungkin luring secara total, maka pendataan sudah mulai dilakukan oleh ITB mengenai mata kuliah ataupun kegiatan yang perlu menjadi prioritas. Contoh kegiatan yang perlu diperhatikan adalah yang bersifat experience learning seperti praktikum, studio, dan kuliah lapangan.
“Kami sarankan satu mata kuliah untuk setiap angkatan dan untuk setiap prodi. Itu yang kami sarankan, minimal.” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB Jaka Sembiring mengatakan, sudah ada informasi dari Dikti Kemendikbudristek untuk dapat segera kelas tatap muka dilaksanakan, tetapi tentu dengan mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Baca juga: 14 Universitas Terbaik Indonesia versi THE World University Rankings 2022
“Kami membuka kampus itu tidak dengan gegabah, apalagi melibatkan ribuan mahasiswa dan dosen. Hal ini dilakukan secara rinci dan bertahap. Sementara ini coba telah kami lakukan sebelum PPKM," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (3/9/2021).
Menurut dia, untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, disertasi, dan tesis sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan di dalam kampus.
Sedangkan untuk kemungkinan pembukaan kampus secara hibrid, karena tidak mungkin luring secara total, maka pendataan sudah mulai dilakukan oleh ITB mengenai mata kuliah ataupun kegiatan yang perlu menjadi prioritas. Contoh kegiatan yang perlu diperhatikan adalah yang bersifat experience learning seperti praktikum, studio, dan kuliah lapangan.
“Kami sarankan satu mata kuliah untuk setiap angkatan dan untuk setiap prodi. Itu yang kami sarankan, minimal.” ujarnya.
Lihat Juga :