Keren, Mahasiswa Universitas Pertamina Ubah Limbah Kulit Salak Jadi Energi
Jum'at, 10 September 2021 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain mengakselerasi target capaian bauran EBT, inovasi ini, menurut Dea juga berpotensi membantu pemerintah dalam pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) point tujuh, yakni memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, dan berkelanjutan.
Baca juga: Aplikasi Sinoma, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Deteksi Dini Kanker Mulut
“Inovasi ini, saya harapkan, juga dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang belum terjangkau di Indonesia. Sehingga, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia untuk mencapai pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, serta berkelanjutan, sesuai dengan SDGs point ke-11,” tutur Dea.
Inovasi ini mengantarkan Dea meraih juara 2 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapresnas) 2021 Tingkat LLDIKTI Wilayah III. Dea juga berkesempatan maju ke seleksi tingkat nasional mengalahkan ratusan peserta seleksi.
“Ide inovasi ini muncul ketika saya mendapat mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Statistika, yang mempelajari bahasa pemrograman. Selain itu, mata kuliah lain seperti Kimia Pemodelan dan Analisis Data yang berfokus pada kimia komputasi, juga mendorong semangat saya untuk membawa penelitian ini ke tahap yang lebih serius,” ujar Dea.
Baca juga: Aplikasi Sinoma, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Deteksi Dini Kanker Mulut
“Inovasi ini, saya harapkan, juga dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang belum terjangkau di Indonesia. Sehingga, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia untuk mencapai pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, serta berkelanjutan, sesuai dengan SDGs point ke-11,” tutur Dea.
Inovasi ini mengantarkan Dea meraih juara 2 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapresnas) 2021 Tingkat LLDIKTI Wilayah III. Dea juga berkesempatan maju ke seleksi tingkat nasional mengalahkan ratusan peserta seleksi.
“Ide inovasi ini muncul ketika saya mendapat mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Statistika, yang mempelajari bahasa pemrograman. Selain itu, mata kuliah lain seperti Kimia Pemodelan dan Analisis Data yang berfokus pada kimia komputasi, juga mendorong semangat saya untuk membawa penelitian ini ke tahap yang lebih serius,” ujar Dea.
Lihat Juga :