Ornamen Header
Cerita Jokowi Soal Mahasiswa UGM Dulu Sering Kena Hepatitis dan Tipes
Cerita Jokowi Soal Mahasiswa UGM Dulu Sering Kena Hepatitis dan Tipes
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Auditorium FK UNS Surakarta, Senin (13/9). Foto/tangkapan layar
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar para rektor tidak hanya bertanggung jawab terhadap mahasiswa saat di dalam kampus saja tapi juga luar kampus.

Hal ini disampaikannya pada pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Kota Surakarta pada Senin 13 September 2021 kemarin.

Baca juga: 7 Tips agar Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah

Dia meminta agar para rektor mengecek hal-hal kecil yang berkaitan dengan mahasiswa.



“Jadi terakhir tanggung jawab rektor ya di dalam kampus dan juga di luar kampus. Urusan hal2 yang kecil saja memang harus kita perhatikan. Urusan makan mahasiswa itu harus dicek betul,” katanya dikutip dari Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9/2021).
Cerita Jokowi Soal Mahasiswa UGM Dulu Sering Kena Hepatitis dan Tipes

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan bahwa untuk urusan kebersihan tempat makan di sekitar kampus juga perlu diperhatikan. Dia bercerita bahwa dulu mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) banyak yang terkena hepatitis dan tipes. Dia sendiri pun mengaku pernah mengalaminya.

Baca juga: Ingin Tahu Suka-Duka Pengajar, Mendikbudristek Bermalam di Rumah Guru

“Mohon maaf saya ingat di UGM di Jogja, dulu sering sekali mahasiswa terkena penyakit bareng-bareng apa pak rektor? Hepatitis, saya ingat. Kemudian apa ini? Tipes. Karena apa? Warung-warung makan mahasiswa yang saya juga dulu mengalami, kalau mencuci piringnya di ember, airnya satu ember dipakai pagi sampai tengah malam. Berikan mereka air mengalir. Mahasiswa kita jadi membawa penyakit semuanya,” ujarnya.

Dia menyebut jangan sampai para mahasiswa terganggu kesehatannya. Pasalnya akan percuma mahasiswa bisa sepintar apapun kalau tidak sehat.

“Hal-hal yang kecil-kecil ya tapi percuma kalau orang sepintar apapun kalau tidak sehat untuk apa? Yang tadi saya sampaikan unggul dan utuh. Sekali lagi tanggung jawab rektor ya di dalam kampus, ya di luar kampus,” pungkasnya.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!