Bermodal Hobi Masak, Mahasiswi ITB Ini Juarai Kompetisi Internasional
Rabu, 06 Oktober 2021 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
Menurut risetnya, dalam komunitas skala kecil di Indonesia (±1500 rumah) dapat menghasilkan 520 kg minyak jelantah tiap harinya. Oleh karena itu, Naffisa mengusung ide “Uttilizing Eggshell Waste in Advancing Continues Biodiesel Production for Small Communities in ASEAN”. Atau singkatnya, penggunaan kembali minyak jelantah dengan cangkang telur sebagai katalisnya untuk komunitas kecil di ASEAN guna memajukkan produksi biodiesel berkelanjutan.
“Memang hal ini dapat tergolong sesuatu yang rumit, tetapi jika sudah mulai diterapkan di komunitas kecil harapannya bisa berdampak luas dan bisa dilakukan dalam skala regional bahkan nasional,” ujar Naffisa melansir laman resmi ITB di itb.ac.id, Rabu (6/10/2021).
Berawal dari kegemarannya dalam memasak saat pandemi, di mana minyak goreng yang ia gunakan akan dibuang setelah 2-3 kali memasak. Hal ini tentunya sering dilakukan oleh kebanyakan orang terutama di lingkungan sekitarnya.
Naffisa menganggapnya sebagai sesuatu yang salah dan harus segera dihentikan karena dengan tindakan kecil seperti membuang minyak goreng pasti akan berdampak besar seperti polusi tanah. Dengan ide sederhana tapi berdampak inilah yang mampu mengantarkan Naffisa menjadi First Runner Up Kategori Poster/Infographic AEYA 2021.
“Kalau ada ide sebaiknya tulis dan jika ada kesempatan tuangkan dalam lomba. Karena semua orang punya kesempatan buat menang tinggal yang bedain hanya niat dan usahanya buat cari info,” ucap Naffisa sebagai kalimat motivasinya.
“Memang hal ini dapat tergolong sesuatu yang rumit, tetapi jika sudah mulai diterapkan di komunitas kecil harapannya bisa berdampak luas dan bisa dilakukan dalam skala regional bahkan nasional,” ujar Naffisa melansir laman resmi ITB di itb.ac.id, Rabu (6/10/2021).
Berawal dari kegemarannya dalam memasak saat pandemi, di mana minyak goreng yang ia gunakan akan dibuang setelah 2-3 kali memasak. Hal ini tentunya sering dilakukan oleh kebanyakan orang terutama di lingkungan sekitarnya.
Naffisa menganggapnya sebagai sesuatu yang salah dan harus segera dihentikan karena dengan tindakan kecil seperti membuang minyak goreng pasti akan berdampak besar seperti polusi tanah. Dengan ide sederhana tapi berdampak inilah yang mampu mengantarkan Naffisa menjadi First Runner Up Kategori Poster/Infographic AEYA 2021.
“Kalau ada ide sebaiknya tulis dan jika ada kesempatan tuangkan dalam lomba. Karena semua orang punya kesempatan buat menang tinggal yang bedain hanya niat dan usahanya buat cari info,” ucap Naffisa sebagai kalimat motivasinya.
(mpw)
Lihat Juga :