Mahasiswa UP Rancang Tempat Sampah Pintar sebagai Solusi Limbah Masker Medis
Minggu, 10 Oktober 2021 - 22:53 WIB
loading...
(ki-ka) Stanley, Hilwa, Khansa, Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina Pencetus Ide Purwarupa tempat sampah pintar atau Smart Mask Bin. Foto/Dok/Humas UP
A
A
A
JAKARTA - Tim mahasiswa Unversitas Pertamina (UP) merancang inovasi berupa purwarupa tempat sampah pintar atau Smart Mask Bin. Tempat sampah pintar ini berfungsi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan potensi penyebaran virus dari limbah masker. Tempat sampah pintar ini juga dilengkapi teknologi untuk mengolah sampah khusus masker medis.
“Di bagian tutup tempat sampah, kami menempelkan NIR Sensor. Chip pada sensor telah diisi oleh data kandungan kimia dari berbagai jenis masker. Sehingga, tutup tempat sampah hanya terbuka ketika jenis masker medis yang akan dibuang,” ungkap Khansa Dzahabiyya Wahyuddin, salah satu anggota tim, Minggu (10/10/2021).
Baca juga: Beasiswa Ujung Negeri, Ini Kisah Anak Pelosok Kuliah di Universitas Pertamina
Khansa melanjutkan, ide inovasi ini muncul didasarkan kekhawatirannya akan timbulan limbah dan potensi daur ulang limbah masker medis yang tak semestinya. “Banyak masyarakat yang masih membuang masker medis bekas pakai dengan sembarangan. Ada juga oknum yang bahkan memungut limbah masker medis untuk dijual kembali. Padahal limbah masker medis termasuk kategori hazardous waste yang harus diolah secara khusus supaya tidak menyebarkan penyakit,” ujar Khansa.
Disampaikan Kementerian Kesehatan, pengolahan limbah masker medis membutuhkan perlakuan khusus sebelum dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Setelah dilakukan penyemprotan disinfektan, masker medis harus dirusak untuk meminimalisir penggunaan berulang. Dengan adanya Smart Mask Bin, Khansa dan tim berharap dapat memudahkan masyarakat dalam mengolah limbah masker medis.
“Di bagian tutup tempat sampah, kami menempelkan NIR Sensor. Chip pada sensor telah diisi oleh data kandungan kimia dari berbagai jenis masker. Sehingga, tutup tempat sampah hanya terbuka ketika jenis masker medis yang akan dibuang,” ungkap Khansa Dzahabiyya Wahyuddin, salah satu anggota tim, Minggu (10/10/2021).
Baca juga: Beasiswa Ujung Negeri, Ini Kisah Anak Pelosok Kuliah di Universitas Pertamina
Khansa melanjutkan, ide inovasi ini muncul didasarkan kekhawatirannya akan timbulan limbah dan potensi daur ulang limbah masker medis yang tak semestinya. “Banyak masyarakat yang masih membuang masker medis bekas pakai dengan sembarangan. Ada juga oknum yang bahkan memungut limbah masker medis untuk dijual kembali. Padahal limbah masker medis termasuk kategori hazardous waste yang harus diolah secara khusus supaya tidak menyebarkan penyakit,” ujar Khansa.
Disampaikan Kementerian Kesehatan, pengolahan limbah masker medis membutuhkan perlakuan khusus sebelum dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Setelah dilakukan penyemprotan disinfektan, masker medis harus dirusak untuk meminimalisir penggunaan berulang. Dengan adanya Smart Mask Bin, Khansa dan tim berharap dapat memudahkan masyarakat dalam mengolah limbah masker medis.
Lihat Juga :