Kisah 2 Wisudawan Asing ITS yang Berhasil Lulus dengan Gelar Cumlaude
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Universitas Terbaik Dunia bidang Sosial versi THE WUR 2022, Oxford Teratas
Andres dan Abu Bakarr datang ke Indonesia pada tahun 2018 untuk berkuliah memperdalam ilmu mereka di program magister. Dua pria yang sebelumnya menempuh pendidikan sarjana di negara asal masing-masing ini menceritakan, motivasi mereka untuk bertahan sampai akhir adalah karena ingin mengenal hal baru dan fokus menyelesaikan studi.
Akhirnya mereka berdua lulus dengan menyandang predikat pujian. Adapun rinciannya adalah Andres memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 sementara Abu Bakarr lulus dengan IPK 3,82.
Dalam menjalani kehidupan kampus, Andres dan Abu Bakarr juga sempat mengalami kendala. Keduanya tidak menjalani studi langsung, tetapi butuh waktu satu tahun belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu.
Bagi Abu Bakarr, terdapat banyak tantangan untuk hidup di Indonesia dari aspek komunikasi dan budaya sampai keadaan iklim Indonesia. “Namun tetap senang dan bersyukur bisa menginjakan kaki di Indonesia,” ungkap Abu Bakarr melansir laman resmi ITS di its.ac.id, Selasa (19/10/2021).
Andres bercerita, hal yang paling berkesan baginya adalah masyarakat Indonesia. Karena selain mengerjakan tesisnya, ia menyempatkan berkeliling dan mengenal budaya sekitar.
Andres dan Abu Bakarr datang ke Indonesia pada tahun 2018 untuk berkuliah memperdalam ilmu mereka di program magister. Dua pria yang sebelumnya menempuh pendidikan sarjana di negara asal masing-masing ini menceritakan, motivasi mereka untuk bertahan sampai akhir adalah karena ingin mengenal hal baru dan fokus menyelesaikan studi.
Akhirnya mereka berdua lulus dengan menyandang predikat pujian. Adapun rinciannya adalah Andres memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 sementara Abu Bakarr lulus dengan IPK 3,82.
Dalam menjalani kehidupan kampus, Andres dan Abu Bakarr juga sempat mengalami kendala. Keduanya tidak menjalani studi langsung, tetapi butuh waktu satu tahun belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu.
Bagi Abu Bakarr, terdapat banyak tantangan untuk hidup di Indonesia dari aspek komunikasi dan budaya sampai keadaan iklim Indonesia. “Namun tetap senang dan bersyukur bisa menginjakan kaki di Indonesia,” ungkap Abu Bakarr melansir laman resmi ITS di its.ac.id, Selasa (19/10/2021).
Andres bercerita, hal yang paling berkesan baginya adalah masyarakat Indonesia. Karena selain mengerjakan tesisnya, ia menyempatkan berkeliling dan mengenal budaya sekitar.
Lihat Juga :