Evi Fitriani Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UI
Sabtu, 13 November 2021 - 22:52 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof Evi Fitriani MA PhD sebagai Guru Besar dalam Ilmu Hubungan Internasional. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof Evi Fitriani MA PhD sebagai Guru Besar dalam Ilmu Hubungan Internasional. Dia menjadi Guru Besar Perempuan Pertama dalam Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia.
Pengukuhan dilakukan melalui sidang terbuka berbarengan dengan pengukuhan empat Guru Besar Lain dari beberapa Fakultas. Dalam pidato pengukuhannya, Prof Evi menyampaikan pidato berjudul "Membangun Perspektif Indonesia Dalam Perspektif Ilmu Hubungan Internasional".
"Dalam upacara Pengukuhan Guru Besar ini, saya memfokuskan perhatian terhadap masalah yang dihadapi Indonesia sebagai salah satu negara dalam sistem internasional dan masalah dalam ilmu hubungan internasional yang berkembang di Indonesia," kata Evi Fitriani dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu (13/11/2021).
Baca juga: Guru Besar Unair Kembangkan Produk Herbal untuk Diabetes, Siap Dipasarkan
Ia memaparkan bahwa perjuangan Indonesia mewujudkan cita-cita kemerdekaan, terutama untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sangat mulia dan ideal, tapi tidaklah mudah. Tekanan struktural dalam sistem internasional dan berbagai masalah domestik menghambat Indonesia. Namun pembahasan tentang keterbatasan Indonesia juga menguak kelebihan dan kekuatan Indonesia sebagai negara berkembang yang harus bermanuver dalam hubungan internasional di tengah power politics yang umum terjadi dalam sistem internasional.
"Kekuatan dan kelebihan Indonesia, dan negara berkembang lainnya, selama ini jarang dapat diidentifikasi dan dipahami dalam ilmu hubungan internasional karena dominasi western-centric dan fokus pada negara besar dalam ilmu ini. Karena itu diperlukan perspektif Indonesia yang lebih mampu menangkap, menerjemahkan, dan memahami karakteristik-karakteristik khusus dari negara yang bukan negara Barat dan bukan negara besar. Mungkin perlu dibangun Depok School of International Relations yang sejajar dengan English School, Frankfurt School maupun Copenhagen School," papar Evi.
Pengukuhan dilakukan melalui sidang terbuka berbarengan dengan pengukuhan empat Guru Besar Lain dari beberapa Fakultas. Dalam pidato pengukuhannya, Prof Evi menyampaikan pidato berjudul "Membangun Perspektif Indonesia Dalam Perspektif Ilmu Hubungan Internasional".
"Dalam upacara Pengukuhan Guru Besar ini, saya memfokuskan perhatian terhadap masalah yang dihadapi Indonesia sebagai salah satu negara dalam sistem internasional dan masalah dalam ilmu hubungan internasional yang berkembang di Indonesia," kata Evi Fitriani dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu (13/11/2021).
Baca juga: Guru Besar Unair Kembangkan Produk Herbal untuk Diabetes, Siap Dipasarkan
Ia memaparkan bahwa perjuangan Indonesia mewujudkan cita-cita kemerdekaan, terutama untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sangat mulia dan ideal, tapi tidaklah mudah. Tekanan struktural dalam sistem internasional dan berbagai masalah domestik menghambat Indonesia. Namun pembahasan tentang keterbatasan Indonesia juga menguak kelebihan dan kekuatan Indonesia sebagai negara berkembang yang harus bermanuver dalam hubungan internasional di tengah power politics yang umum terjadi dalam sistem internasional.
"Kekuatan dan kelebihan Indonesia, dan negara berkembang lainnya, selama ini jarang dapat diidentifikasi dan dipahami dalam ilmu hubungan internasional karena dominasi western-centric dan fokus pada negara besar dalam ilmu ini. Karena itu diperlukan perspektif Indonesia yang lebih mampu menangkap, menerjemahkan, dan memahami karakteristik-karakteristik khusus dari negara yang bukan negara Barat dan bukan negara besar. Mungkin perlu dibangun Depok School of International Relations yang sejajar dengan English School, Frankfurt School maupun Copenhagen School," papar Evi.
Lihat Juga :