FSRD IKJ Gelar Pameran Virtual Face to Face
Kamis, 25 November 2021 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Dengan adanya pembatasan pergerakan manusia untuk mengatasi pandemi Covid-19, umumnya pertemuan tatap muka dilakukan secara daring. Internet telah menjadi alat penting bagi akses masyarakat untuk belajar, bermain, mendapatkan hiburan, dan interaksi sosial. Singkatnya, semua bisa mendapat banyak keuntungan dari menghabiskan waktu di ruang digital.
Di lain sisi, perilaku yang berubah ini tidak selalu menjadi hal positif. Beberapa penelitian menunjukan adanya dampak buruk dari pola interaksi kita melalui layar (screen) seperti kurangnya aktivitas fisik, hingga gangguan kesehatan mental.
Baca juga: Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Dengan latar belakang itu, pameran Face to Face diselenggarakan dengan menghadirkan karya-karya seni rupa yang dapat berbicara dalam konteks aktual: bagaimana pola interaksi bergeser di masa pandemi ini, pengaruhnya pada proses kreatif dan interaksi sosial, hingga kemungkinan-kemungkinan baru yang bisa kita lakukan di masa pandemi Covid-19. Penghayatan para perupa dalam pameran ini hadir dalam berbagai ragam medium seni rupa, seperti patung, lukisan, drawing, kriya, ilustrasi hingga seni multimedia. Karya itu bisa dinikmati secara daring melalui kanal website FSRD IKJ.
"Pameran akan dilaksanakan secara daring, yang berarti perlu adanya pertimbangan bagaimana karya akan dilihat oleh para pengunjung pameran, sebuah tantangan lain bagi kita praktisi seni dan pembuat pameran seni rupa di masa pandemi," katanya.
Di lain sisi, perilaku yang berubah ini tidak selalu menjadi hal positif. Beberapa penelitian menunjukan adanya dampak buruk dari pola interaksi kita melalui layar (screen) seperti kurangnya aktivitas fisik, hingga gangguan kesehatan mental.
Baca juga: Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Dengan latar belakang itu, pameran Face to Face diselenggarakan dengan menghadirkan karya-karya seni rupa yang dapat berbicara dalam konteks aktual: bagaimana pola interaksi bergeser di masa pandemi ini, pengaruhnya pada proses kreatif dan interaksi sosial, hingga kemungkinan-kemungkinan baru yang bisa kita lakukan di masa pandemi Covid-19. Penghayatan para perupa dalam pameran ini hadir dalam berbagai ragam medium seni rupa, seperti patung, lukisan, drawing, kriya, ilustrasi hingga seni multimedia. Karya itu bisa dinikmati secara daring melalui kanal website FSRD IKJ.
"Pameran akan dilaksanakan secara daring, yang berarti perlu adanya pertimbangan bagaimana karya akan dilihat oleh para pengunjung pameran, sebuah tantangan lain bagi kita praktisi seni dan pembuat pameran seni rupa di masa pandemi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :