Mahasiswa Unnes Manfaatkan Limbah Mangrove untuk Pewarna Batik
Minggu, 05 Desember 2021 - 19:33 WIB
loading...
Tim mahasiswa UNNES. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia (HMPTK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang ( FT UNNES ) berhasil memanfaatkan limbah mangrove menjadi pewarnaan batik. Berkat inovasi tersebut, mereka pun berhasil menerima dana hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 dari Kemendikbudristek.
Ketua HMPTK Tasya Larasati Dwi E mengatakan, pemanfaatan limbah mangrove ini dilatarbelakangi oleh banyaknya serasah dari mangrove yang berserakan, seperti daun dan buah yang jatuh dari pohon, tanaman mangrove yang mati, kotornya lahan penanaman, di wilayah Ekowisata Mangrove Kelurahan Manginharjo, Tugu, Semarang.
Baca juga: 5 Negara dengan Peraih Gelar Doktor Terbanyak di Dunia, Peringkat Indonesia?
“Sehingga, untuk meminimalisasi sampah tersebut, kami dari HMPTK berinisiatif untuk menjadikan sampah tersebut menjadi menjadi pewarna alami yang nantinya akan digunakan dalam pewarnaan batik dari motif batik cap Mangrove UMKM Srikandi, Mangunharjo, Tugu Semarang,” jelasnya melansir laman resmi UNNES di unnes.ac.id, Minggu (5/12/2021).
Keunikan dari batik ini selain perpaduan capnya adalah pewarnanya berasal dari bahan alam, limbah mangrove yang diolah sendiri untuk mendapatkan ekstrak warna alami yang digunakan dalam pewarnaan batik. Warna yang akan terlihat pada batik yang akan dihasilkan berwarna cokelat tua dan putih dari warna asli kainnya.
Ketua HMPTK Tasya Larasati Dwi E mengatakan, pemanfaatan limbah mangrove ini dilatarbelakangi oleh banyaknya serasah dari mangrove yang berserakan, seperti daun dan buah yang jatuh dari pohon, tanaman mangrove yang mati, kotornya lahan penanaman, di wilayah Ekowisata Mangrove Kelurahan Manginharjo, Tugu, Semarang.
Baca juga: 5 Negara dengan Peraih Gelar Doktor Terbanyak di Dunia, Peringkat Indonesia?
“Sehingga, untuk meminimalisasi sampah tersebut, kami dari HMPTK berinisiatif untuk menjadikan sampah tersebut menjadi menjadi pewarna alami yang nantinya akan digunakan dalam pewarnaan batik dari motif batik cap Mangrove UMKM Srikandi, Mangunharjo, Tugu Semarang,” jelasnya melansir laman resmi UNNES di unnes.ac.id, Minggu (5/12/2021).
Keunikan dari batik ini selain perpaduan capnya adalah pewarnanya berasal dari bahan alam, limbah mangrove yang diolah sendiri untuk mendapatkan ekstrak warna alami yang digunakan dalam pewarnaan batik. Warna yang akan terlihat pada batik yang akan dihasilkan berwarna cokelat tua dan putih dari warna asli kainnya.
Lihat Juga :