Mahasiswa Unnes Manfaatkan Limbah Mangrove untuk Pewarna Batik
Minggu, 05 Desember 2021 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memaksimalkan kegiatan ini, HMPTK mengajak kolaborasi dengan HIMPRO PKK yang lebih expert atau ahli di bidangnya untuk membranding produk batik mangrove dari Kelurahan Mangunharjo, Tugu, Semarang dengan pewarna alam dari serasah mangrove.
Baca juga: Begini Tips Sukses Kuliah Sambil Kerja bagi Mahasiswa
Selain itu, Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia juga berhasil meraih rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yakni membatik Cap Motif Alam dengan Pewarna Mangrove Alam dari Limbah Mangrove menggunakan kain Primisima FF sepanjang 372 yard atau sekitar 328,17 meter dengan menggunakan batik cap yang merupakan perpaduan cap motif Mangrove dari UMKM Srikandi Kelurahan Mangunharjo, Tugu, Semarang.
Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman mengapresiasi inovasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia. Lebih lanjut, Prof Fathur mengatakan perkembangan teknologi yang semakin maju mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif, inovatif, dan mampu meningkatkan mutu yang berkualitas.
Baca juga: Begini Tips Sukses Kuliah Sambil Kerja bagi Mahasiswa
Selain itu, Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia juga berhasil meraih rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yakni membatik Cap Motif Alam dengan Pewarna Mangrove Alam dari Limbah Mangrove menggunakan kain Primisima FF sepanjang 372 yard atau sekitar 328,17 meter dengan menggunakan batik cap yang merupakan perpaduan cap motif Mangrove dari UMKM Srikandi Kelurahan Mangunharjo, Tugu, Semarang.
Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman mengapresiasi inovasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia. Lebih lanjut, Prof Fathur mengatakan perkembangan teknologi yang semakin maju mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif, inovatif, dan mampu meningkatkan mutu yang berkualitas.
(mpw)
Lihat Juga :