Ini Kriteria Sekolah yang Boleh Terapkan Kurikulum Prototipe
Selasa, 11 Januari 2022 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 74 Lokasi Pusat UTBK untuk SBMPTN 2022, Ini Daftarnya
Nino menerangkan, Kemendikbudristek percaya keberhasilan penerapan kurikulum tergantung pada kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru untuk memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing.
"Dengan demikian, kurikulum prototipe dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah. Bukan hanya di sekolah/madrasah yang punya fasilitas bagus atau yang berada di kota saja," imbuhnya.
Nino tidak memungkiri masih ada kesenjangan dalam mutu sekolah/madrasah. Oleh karena itu, jelasnya, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar.
Dalam skema tersebut, sekolah yang sudah terbiasa mengadaptasi materi dan kerangka kurikulum akan disarankan untuk mengadopsi kurikulum prototipe secara penuh. Sekolah seperti ini sebenarnya sudah menerapkan substansi dari pembelajaran yang ingin didorong melalui kurikulum prototipe. Sekarang mereka diberi penguatan dan rekognisi formal.
"Sedangkan sekolah yang belum terbiasa akan disarankan mencoba menerapkan secara parsial," imbuhnya.
Nino menerangkan, Kemendikbudristek percaya keberhasilan penerapan kurikulum tergantung pada kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru untuk memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing.
"Dengan demikian, kurikulum prototipe dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah. Bukan hanya di sekolah/madrasah yang punya fasilitas bagus atau yang berada di kota saja," imbuhnya.
Nino tidak memungkiri masih ada kesenjangan dalam mutu sekolah/madrasah. Oleh karena itu, jelasnya, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar.
Dalam skema tersebut, sekolah yang sudah terbiasa mengadaptasi materi dan kerangka kurikulum akan disarankan untuk mengadopsi kurikulum prototipe secara penuh. Sekolah seperti ini sebenarnya sudah menerapkan substansi dari pembelajaran yang ingin didorong melalui kurikulum prototipe. Sekarang mereka diberi penguatan dan rekognisi formal.
"Sedangkan sekolah yang belum terbiasa akan disarankan mencoba menerapkan secara parsial," imbuhnya.
Lihat Juga :