Atasi Timbunan Food Loss, Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi SABAYUR
Jum'at, 04 Februari 2022 - 19:40 WIB
loading...
Mahasiswa ITS menciptakan aplikasi SABAYUR yang dapat mempermudah pemasaran hasil pertanian yang telah mendekati masa kadaluarsa. Foto/Dok/ITS
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) menciptakan aplikasi SABAYUR yang dapat mempermudah pemasaran hasil pertanian yang telah mendekati masa kadaluarsa.
Aplikasi ini tercetus karena mereka melihat timbunan food loss dan food waste di Indonesia selama 20 tahun terakhir mencapai maksimal 48 juta ton per tahun, yang menyumbang 7,29% rata-rata emisi gas rumah kaca Indonesia.
Baca juga: Bersanding Harvard dan Stanford, UGM Masuk 10 Besar Dunia Kampus Top di Instagram
Produk ciptaan Ajeng Almira Tarisha Asri dan Erza Janitradevi Nadine ini menjadi solusi yang tepat untuk penanganan bahan pangan sayuran yang prosesnya paling tidak efisien.
Di mana kehilangannya mencapai 62,8% dari seluruh pasokan domestik sayuran yang ada di Indonesia. Dengan aplikasi SABAYUR, produk hasil pertanian yang dijual akan mendapatkan diskon minimal 50 % setiap pembelanjaannya dengan menyesuaikan umur simpan produk hasil pertaniannya.
Untuk itulah, menurut duo mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Informatika ini, SABAYUR dapat membantu penjualan pedagang di pasar tradisional maupun pasar swalayan.
Aplikasi ini tercetus karena mereka melihat timbunan food loss dan food waste di Indonesia selama 20 tahun terakhir mencapai maksimal 48 juta ton per tahun, yang menyumbang 7,29% rata-rata emisi gas rumah kaca Indonesia.
Baca juga: Bersanding Harvard dan Stanford, UGM Masuk 10 Besar Dunia Kampus Top di Instagram
Produk ciptaan Ajeng Almira Tarisha Asri dan Erza Janitradevi Nadine ini menjadi solusi yang tepat untuk penanganan bahan pangan sayuran yang prosesnya paling tidak efisien.
Di mana kehilangannya mencapai 62,8% dari seluruh pasokan domestik sayuran yang ada di Indonesia. Dengan aplikasi SABAYUR, produk hasil pertanian yang dijual akan mendapatkan diskon minimal 50 % setiap pembelanjaannya dengan menyesuaikan umur simpan produk hasil pertaniannya.
Untuk itulah, menurut duo mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Informatika ini, SABAYUR dapat membantu penjualan pedagang di pasar tradisional maupun pasar swalayan.
Lihat Juga :