Keren, Siswa Madrasah Ini Raih Juara di Ajang Internasional AISEEF 2022
Senin, 07 Februari 2022 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, tim riset MTsN 1 Pati meneliti tentang pemanfaatan ampas tebu sebagai karbon aktif untuk adsorbsi padatan mineral di dalam air, sekaligus untuk mengurangi dan menyaring kadar-kadar mineral yang berbahaya di dalam air sumur.
Baca juga: Simak 7 Tahapan Pendaftaran KIP Kuliah 2022
“Proses pembuatannya, pertama, kita membuat karbon aktif dengan cara dehidrasi, yaitu dengan menjemur ampas tebu selama 48 jam. Kedua, karbonasi, ampas tebu di-oven pada suhu 400° celcius selama 2 jam. Ketiga, aktivasi, ampas tebu yang sudah dihaluskan kita rendam dalam KOH selama 24 jam. Kemudian adsorber dicuci dengan aquades, disaring, kemudian dikeringkan pada suhu 110° celcius,” jelasnya.
Khaerul Umam, guru pembimbing riset, mengapresiasi ide kreatif dari anak-anak. “Saya mengapresiasi ide sekaligus kepedulian anak-anak dalam memaksimalkan pemanfaatan limbah dan juga kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya air yang menjadi kebutuhan primer manusia,” ungkapnya.
“Nikmat mana lagi yang harus kita dustakan Ya Allah?” ucap Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati sesaat setelah mendengar pengumuman lomba bertaraf internasional tersebut, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Simak 7 Tahapan Pendaftaran KIP Kuliah 2022
“Proses pembuatannya, pertama, kita membuat karbon aktif dengan cara dehidrasi, yaitu dengan menjemur ampas tebu selama 48 jam. Kedua, karbonasi, ampas tebu di-oven pada suhu 400° celcius selama 2 jam. Ketiga, aktivasi, ampas tebu yang sudah dihaluskan kita rendam dalam KOH selama 24 jam. Kemudian adsorber dicuci dengan aquades, disaring, kemudian dikeringkan pada suhu 110° celcius,” jelasnya.
Khaerul Umam, guru pembimbing riset, mengapresiasi ide kreatif dari anak-anak. “Saya mengapresiasi ide sekaligus kepedulian anak-anak dalam memaksimalkan pemanfaatan limbah dan juga kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya air yang menjadi kebutuhan primer manusia,” ungkapnya.
“Nikmat mana lagi yang harus kita dustakan Ya Allah?” ucap Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati sesaat setelah mendengar pengumuman lomba bertaraf internasional tersebut, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (7/2/2022).
Lihat Juga :