Kisah Inspiratif Anak Buruh Katering yang Jadi Lulusan Terbaik UNY
Senin, 28 Februari 2022 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Pria kelahiran Bantul 31 Oktober 1999 ini juga tidak mudah dalam menyelesaikan jenjang SMA-nya. Kondisi perekonomian yang sedang kurang baik saat Iik tamat SMP, membuatnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul dengan biaya oleh saudara dari almarhum ayah dan tinggal di rumah simbah, sedangkan Jariyah tetap tinggal di Bantul.
Iik melanjutkan di SMAN 1 Wonosari dari 2015 hingga 2018. Saudara almarhum ayahnya hanya sanggup membayar biaya SPP sampai kelas XI. Adapun untuk uang saku, beli buku, dan kuota internet serta SPP kelas XII Iik mendapatkan dari Ibu yang bekerja sebagai buruh di katering selama 3 tahun.
Selama sekolah di SMAN 1 Wonosari, Iik pulang pergi ke sekolah naik sepeda menempuh jarak 1,25 km dengan medan yang naik turun. Di SMA, Iik pun berhasil menjadi siswa yang berprestasi.
Ia menekuni bidang OSN Ekonomi Akuntansi dan setiap semester pasti mendapat 3 besar ranking paralel, hingga saat lulus mendapatkan predikat sebagai lulusan terbaik jurusan IPS.
Semasa SMA, Iik mendapatkan lingkungan pertemanan dan lingkungan sekolah yang sangat supportif. Namun, di lingkungan keluarga tempat tinggalnya ia mengalami verbal bullying.
Iik menjawabnya dengan raihan sejumlah prestasi selama duduk di bangku SMA. Namun tak ayal tekanan mental verbal bullying ini membuatnya nyaris drop out saat kelas XII, namun berkat dorongan gurunya Endah Harminingtyas yang selalu mendampingi dengan dukungan maksimal, Iik batal drop out bahkan dapat meraih beasiswa Bidikmisi sebagai bekal studi lanjut.
Warga Iroyudan Guwosari Pajangan Bantul itu diterima di UNY melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Semasa kuliah, Iik memanfaatkan waktunya dengan baik untuk menyeimbangkan sisi akademik dan nonakademik.
Iik melanjutkan di SMAN 1 Wonosari dari 2015 hingga 2018. Saudara almarhum ayahnya hanya sanggup membayar biaya SPP sampai kelas XI. Adapun untuk uang saku, beli buku, dan kuota internet serta SPP kelas XII Iik mendapatkan dari Ibu yang bekerja sebagai buruh di katering selama 3 tahun.
Selama sekolah di SMAN 1 Wonosari, Iik pulang pergi ke sekolah naik sepeda menempuh jarak 1,25 km dengan medan yang naik turun. Di SMA, Iik pun berhasil menjadi siswa yang berprestasi.
Ia menekuni bidang OSN Ekonomi Akuntansi dan setiap semester pasti mendapat 3 besar ranking paralel, hingga saat lulus mendapatkan predikat sebagai lulusan terbaik jurusan IPS.
Semasa SMA, Iik mendapatkan lingkungan pertemanan dan lingkungan sekolah yang sangat supportif. Namun, di lingkungan keluarga tempat tinggalnya ia mengalami verbal bullying.
Iik menjawabnya dengan raihan sejumlah prestasi selama duduk di bangku SMA. Namun tak ayal tekanan mental verbal bullying ini membuatnya nyaris drop out saat kelas XII, namun berkat dorongan gurunya Endah Harminingtyas yang selalu mendampingi dengan dukungan maksimal, Iik batal drop out bahkan dapat meraih beasiswa Bidikmisi sebagai bekal studi lanjut.
Warga Iroyudan Guwosari Pajangan Bantul itu diterima di UNY melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Semasa kuliah, Iik memanfaatkan waktunya dengan baik untuk menyeimbangkan sisi akademik dan nonakademik.
Lihat Juga :