Sempat Kerja di Kios Fotokopi, Mahasiswa Universitas Jember Jadi Sarjana Berkat KIP Kuliah
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:03 WIB
loading...
Mahasiswa Universitas Jember Ervian Akbarsyah Mahendra ketika wisuda. Foto/Tangkap layar laman UNEJ
A
A
A
JAKARTA - Upacara wisuda selalu membawa kisah bahagia sekaligus haru. Sudah pasti bahagia karena berhasil menyelesaikan kuliah , tapi ada juga yang terharu karena sudah sukses melampaui perkuliahan melalui perjuangan berat.
Seperti yang dirasakan oleh Ervian Akbarsyah Mahendra, lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember pada wisuda Universitas Jember periode III tahun akademik 2021/2022 yang digelar secara hibrid.
Ervian patut bersyukur sebab jalannya meraih titel Sarjana Komputer dengan IPK 3,85 dilalui dengan penuh tantangan. Betapa tidak, awalnya Ervian tak punya niatan kuliah mengingat kondisi keluarganya yang tergolong kurang mampu, sang ayah Masrur hanya supir panggilan. Namun berkat beasiswa Bidik Misi yang kini berubah menjadi Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah), hidup Ervian berubah.
Ceritanya, menjelang lulus sekolah saat duduk di kelas dua belas di SMA Islam Lumajang, Ervian memutuskan bekerja di sebuah kios fotokopi dan penjilidan Syakira di daerah Tompokersan, Lumajang, untuk membantu ekonomi keluarganya.
Baca: Kunker ke Tarakan, Nadiem Bermalam di Rumah Guru dan Sambangi Murid TK
Bekerja di jasa fotokopi dan penjilidan membuat anak pertama pasangan Masrur dan Verawati ini mau tak mau berurusan dengan perangkat komputer serta jasa mendesain secara otodidak. Dari semula yang keharusan pekerjaan akhirnya menjadi keasyikan.
Sedikit demi sedikit Ervian menemukan minatnya di dunia komputer. Apalagi beberapa pelanggan kiosnya yang mayoritas mahasiswa sering berdiskusi dengannya mengenai perkembangan dunia komputer dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang membuatnya makin berminat kuliah di bidang komputer. Namun persoalan biaya menghadangnya.
Hingga suatu saat jalan hidup Ervian berubah. Ervian bertemu dengan salah satu pelanggannya yang menyarankan kuliah dengan beasiswa Bidik Misi. “Dorongan semangat dari bapak tersebut yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk kuliah apalagi saat itu pendaftaran SBMPTN 2017 masih dibuka,” katanya melansir laman Universitas Jember, Kamis (10/3/2022).
Beruntung pihak sekolahnya di SMA Islam Lumajang memberikan dukungan dengan turut mendaftarkan namanya sebagai calon penerima beasiswa Bidik Misi. Dia pun meminta restu ke kedua orang tuanya untuk kuliah dan memutuskan mendaftar ke Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.
Ervian resmi menjadi mahasiswa Universitas Jember angkatan 2017 dengan beasiswa Bidik Misi, yang kini berubah menjadi KIP-K. Dia pun aktif dalam organisasi kemahasiswaan, serta mengikuti banyak kegiatan dan lomba untuk mengembangkan kemampuannya. Di sela-sela kesibukan perkuliahan dirinya bekerja paruh waktu untuk menambah uang saku.
“Wah sudah banyak pekerjaan yang saya jalani, dari menjadi pegawai di usaha makanan ringan, karyawan kafe, menyediakan jasa perlengkapan kuliah, ikut event organizer, bikin katalog kuliner hingga memberi les komputer di sebuah sekolah dasar di Jember. Pokoknya halal dan memberikan pemasukan maka saya jalani sehingga tak perlu minta uang ke orang tua,” ungkap Ervian.
Tempaan hidup membuat Ervian jadi pribadi yang pantang menyerah. Hal ini terbukti saat masalah menerpa kala anak pertama dari dua bersaudara ini mengerjakan skripsi. Pandemi Covid-19 yang datang menerjang membuat semua rencana dan jadwal penelitian yang disusunnya jadi berantakan. Ervian tak bisa leluasa mencari data mengingat saat itu susah ke luar kota apalagi lokasi penelitiannya di Banyuwangi, akhirnya skripsinya gagal rampung di semester delapan.
“Padahal beasiswa Bidik Misi hanya diberikan hingga di tahun keempat perkuliahan, jadi UKT di semester sembilan harus saya bayar sendiri. Alhamdulillah skripsi bisa saya rampungkan dalam waktu 4 bulan 10 hari dan segera ikut sidang pendadaran,” sahutnya sambil mengingat masa sulit itu.
Baca juga: 4 Srikandi Peneliti BRIN Dikukuhkan sebagai Profesor Riset
Ervian juga mencetak banyak prestasi. Simak saja deretan prestasinya, dari Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Komputer 2019 dan Finalis Duta Kampus Universitas Jember 2019, penerima Insentif Lomba Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Futuristik Konstruktif Ditjen Dikti pada 2018 dan 2019 hingga Juara 2 pada ajang CBCC Business Plan Competition yang diselenggarakan Universitas Brawijaya.
Bersama dua koleganya, Verdy Bangkit Yudho Negoro dan Miqdad Yanuar Farcha yang merupakan sesama penerima beasiswa Bidik Misi dia mengembangkan aplikasinya bernama SUKSES.IN. Aplikasi SUKSES.IN. adalah aplikasi donasi secara daring (crowdfunding) yang bertujuan membantu anak-anak Indonesia yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan layak.
“Jadi memang sejak awal mula, ide ini muncul karena kita bertiga ingin membuat produk atau aplikasi yang bisa berguna di bidang pendidikan dan sosial. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Bidik Misi kami berkeinginan berkontribusi bagi pendidikan khususnya bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Pasalnya kami sendiri sudah merasakan bagaimana program Bidik Misi yang saat ini menjadi KIP-K terbukti membantu meraih cita-cita,” ujarnya yang berencana mendapatkan beasiswa LPDP guna melanjutkan ke jenjang S2.
Ervian menjadi salah satu contoh bagaimana beasiswa Bidik Misi atau kini yang dikenal sebagai KIP-K bisa membantu meraih cita-cita banyak anak Indonesia. Bahkan adik kandung Ervian juga menjadi mahasiswa penerima KIP-K di Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Jember di angkatan tahun 2021.
“Jangan pernah menganggap biaya atau kemampuan ekonomi kita sebagai penghalang cita-cita kita untuk meraih pendidikan yang tinggi. Karena ketika niat kita baik, pasti akan selalu ada jalan untuk kita menggapainya. Teruslah semangat meraih apa yang kalian impikan,” begitu pesan Ervian untuk adik-adiknya.
Seperti yang dirasakan oleh Ervian Akbarsyah Mahendra, lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember pada wisuda Universitas Jember periode III tahun akademik 2021/2022 yang digelar secara hibrid.
Ervian patut bersyukur sebab jalannya meraih titel Sarjana Komputer dengan IPK 3,85 dilalui dengan penuh tantangan. Betapa tidak, awalnya Ervian tak punya niatan kuliah mengingat kondisi keluarganya yang tergolong kurang mampu, sang ayah Masrur hanya supir panggilan. Namun berkat beasiswa Bidik Misi yang kini berubah menjadi Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah), hidup Ervian berubah.
Ceritanya, menjelang lulus sekolah saat duduk di kelas dua belas di SMA Islam Lumajang, Ervian memutuskan bekerja di sebuah kios fotokopi dan penjilidan Syakira di daerah Tompokersan, Lumajang, untuk membantu ekonomi keluarganya.
Baca: Kunker ke Tarakan, Nadiem Bermalam di Rumah Guru dan Sambangi Murid TK
Bekerja di jasa fotokopi dan penjilidan membuat anak pertama pasangan Masrur dan Verawati ini mau tak mau berurusan dengan perangkat komputer serta jasa mendesain secara otodidak. Dari semula yang keharusan pekerjaan akhirnya menjadi keasyikan.
Sedikit demi sedikit Ervian menemukan minatnya di dunia komputer. Apalagi beberapa pelanggan kiosnya yang mayoritas mahasiswa sering berdiskusi dengannya mengenai perkembangan dunia komputer dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang membuatnya makin berminat kuliah di bidang komputer. Namun persoalan biaya menghadangnya.
Hingga suatu saat jalan hidup Ervian berubah. Ervian bertemu dengan salah satu pelanggannya yang menyarankan kuliah dengan beasiswa Bidik Misi. “Dorongan semangat dari bapak tersebut yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk kuliah apalagi saat itu pendaftaran SBMPTN 2017 masih dibuka,” katanya melansir laman Universitas Jember, Kamis (10/3/2022).
Beruntung pihak sekolahnya di SMA Islam Lumajang memberikan dukungan dengan turut mendaftarkan namanya sebagai calon penerima beasiswa Bidik Misi. Dia pun meminta restu ke kedua orang tuanya untuk kuliah dan memutuskan mendaftar ke Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.
Ervian resmi menjadi mahasiswa Universitas Jember angkatan 2017 dengan beasiswa Bidik Misi, yang kini berubah menjadi KIP-K. Dia pun aktif dalam organisasi kemahasiswaan, serta mengikuti banyak kegiatan dan lomba untuk mengembangkan kemampuannya. Di sela-sela kesibukan perkuliahan dirinya bekerja paruh waktu untuk menambah uang saku.
“Wah sudah banyak pekerjaan yang saya jalani, dari menjadi pegawai di usaha makanan ringan, karyawan kafe, menyediakan jasa perlengkapan kuliah, ikut event organizer, bikin katalog kuliner hingga memberi les komputer di sebuah sekolah dasar di Jember. Pokoknya halal dan memberikan pemasukan maka saya jalani sehingga tak perlu minta uang ke orang tua,” ungkap Ervian.
Tempaan hidup membuat Ervian jadi pribadi yang pantang menyerah. Hal ini terbukti saat masalah menerpa kala anak pertama dari dua bersaudara ini mengerjakan skripsi. Pandemi Covid-19 yang datang menerjang membuat semua rencana dan jadwal penelitian yang disusunnya jadi berantakan. Ervian tak bisa leluasa mencari data mengingat saat itu susah ke luar kota apalagi lokasi penelitiannya di Banyuwangi, akhirnya skripsinya gagal rampung di semester delapan.
“Padahal beasiswa Bidik Misi hanya diberikan hingga di tahun keempat perkuliahan, jadi UKT di semester sembilan harus saya bayar sendiri. Alhamdulillah skripsi bisa saya rampungkan dalam waktu 4 bulan 10 hari dan segera ikut sidang pendadaran,” sahutnya sambil mengingat masa sulit itu.
Baca juga: 4 Srikandi Peneliti BRIN Dikukuhkan sebagai Profesor Riset
Ervian juga mencetak banyak prestasi. Simak saja deretan prestasinya, dari Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Komputer 2019 dan Finalis Duta Kampus Universitas Jember 2019, penerima Insentif Lomba Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Futuristik Konstruktif Ditjen Dikti pada 2018 dan 2019 hingga Juara 2 pada ajang CBCC Business Plan Competition yang diselenggarakan Universitas Brawijaya.
Bersama dua koleganya, Verdy Bangkit Yudho Negoro dan Miqdad Yanuar Farcha yang merupakan sesama penerima beasiswa Bidik Misi dia mengembangkan aplikasinya bernama SUKSES.IN. Aplikasi SUKSES.IN. adalah aplikasi donasi secara daring (crowdfunding) yang bertujuan membantu anak-anak Indonesia yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan layak.
“Jadi memang sejak awal mula, ide ini muncul karena kita bertiga ingin membuat produk atau aplikasi yang bisa berguna di bidang pendidikan dan sosial. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Bidik Misi kami berkeinginan berkontribusi bagi pendidikan khususnya bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Pasalnya kami sendiri sudah merasakan bagaimana program Bidik Misi yang saat ini menjadi KIP-K terbukti membantu meraih cita-cita,” ujarnya yang berencana mendapatkan beasiswa LPDP guna melanjutkan ke jenjang S2.
Ervian menjadi salah satu contoh bagaimana beasiswa Bidik Misi atau kini yang dikenal sebagai KIP-K bisa membantu meraih cita-cita banyak anak Indonesia. Bahkan adik kandung Ervian juga menjadi mahasiswa penerima KIP-K di Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Jember di angkatan tahun 2021.
“Jangan pernah menganggap biaya atau kemampuan ekonomi kita sebagai penghalang cita-cita kita untuk meraih pendidikan yang tinggi. Karena ketika niat kita baik, pasti akan selalu ada jalan untuk kita menggapainya. Teruslah semangat meraih apa yang kalian impikan,” begitu pesan Ervian untuk adik-adiknya.
(nz)
Lihat Juga :