Presiden Minta Universitas Harus Lincah dan Cepat Belajar dengan Perubahan
Jum'at, 11 Maret 2022 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat tersebut, lanjut Kepala Negara, harus diikuti oleh program pendidikan yang dinamis, cepat, dan riset yang sesuai dengan tantangan zaman. Terlebih, Indonesia tengah berupaya mengejar momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030-2035 sehingga SDM digital perlu disiapkan dari saat ini.
Baca juga: Lagi, Mahasiswa UI Borong 2 Juara Pertama pada Ajang Deloitte Tax Challenge 2022
"Saya sudah berhitung, saya sudah berkalkulasi dengan para menteri kita, kita hanya punya kesempatan berubah itu dua tahun ini, karena muncul bonus demografinya nanti di 2030-2035. SDM digital, _digital talent_ harus, semua sekarang ini kejar-kejaran semua negara ke sini. _Digital talent_ ini penting, AI, _cloud computing_, _digital design_, _digital marketing_, _blockchain_, semuanya barang ini apa, barang ini apa, harus kita miliki SDM-SDM itu," jelasnya.
Presiden pun mengapresiasi program Kampus Merdeka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memfasilitasi para mahasiswa untuk belajar dari mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk langsung terjun di dunia industri selama satu semester sehingga dalam hal ini industri menjadi bagian dari universitas.
"Sekali lagi kalau ini tidak kita lakukan dalam dua tahun ini, saya membayangkan di 2030-2035 berat, itu akan berat. Sehingga saya minta yang namanya program studi, program studi sekarang ini mungkin hanya relevan lima tahun, hati-hati dengan kecepatan perubahan zaman seperti ini. Sekarang masih banyak yang sudah 20 tahun 30 tahun enggak berubah. Bisa saja sebuah ilmu relevan untuk semester ini, semester depan sudah enggak relevan lagi. Bisa karena perubahan-perubahan yang cepat tadi," tandasnya.
Baca juga: Lagi, Mahasiswa UI Borong 2 Juara Pertama pada Ajang Deloitte Tax Challenge 2022
"Saya sudah berhitung, saya sudah berkalkulasi dengan para menteri kita, kita hanya punya kesempatan berubah itu dua tahun ini, karena muncul bonus demografinya nanti di 2030-2035. SDM digital, _digital talent_ harus, semua sekarang ini kejar-kejaran semua negara ke sini. _Digital talent_ ini penting, AI, _cloud computing_, _digital design_, _digital marketing_, _blockchain_, semuanya barang ini apa, barang ini apa, harus kita miliki SDM-SDM itu," jelasnya.
Presiden pun mengapresiasi program Kampus Merdeka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memfasilitasi para mahasiswa untuk belajar dari mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk langsung terjun di dunia industri selama satu semester sehingga dalam hal ini industri menjadi bagian dari universitas.
"Sekali lagi kalau ini tidak kita lakukan dalam dua tahun ini, saya membayangkan di 2030-2035 berat, itu akan berat. Sehingga saya minta yang namanya program studi, program studi sekarang ini mungkin hanya relevan lima tahun, hati-hati dengan kecepatan perubahan zaman seperti ini. Sekarang masih banyak yang sudah 20 tahun 30 tahun enggak berubah. Bisa saja sebuah ilmu relevan untuk semester ini, semester depan sudah enggak relevan lagi. Bisa karena perubahan-perubahan yang cepat tadi," tandasnya.
Lihat Juga :