Mahasiswa Unair Sabet 3 Medali pada Kompetisi Internasional di Thailand
Kamis, 17 Maret 2022 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Yasir menuturkan, terdapat tantangan tersendiri selama pelaksanaan kompetisi. Pada babak pertama dan kedua, menurutnya, terdapat soal-soal yang dinilai kurang merata.
“Menurut saya untuk babak qualifying round atau babak pertama dan second round proporsi soal kurang merata. Ada beberapa soal yang setahu tim saya tidak ada di referensi yang dicantumkan oleh panitia,” ujar Yasir mengutip laman resmi Unair, Kamis (17/3/2022).
Baca juga: Ini 3 Sekolah Penerbangan di Indonesia dan Peluang Kerjanya yang Menjanjikan
Sejalan dengan Yasir, Maulana mengungkapkan jika soal yang dikompetisikan ada yang tidak tercantum dalam buku yang dijadikan referensi oleh panitia. “Ada beberapa soal yang di luar prediksi, karena jawabannya ada di luar buku referensi yang mereka kasih,” kata Maulana.
Sementara Garuda, mengalami kesulitan di awal belajar, di mana buku dan referensi yang dikompetisikan semua berbahasa Inggris. “Pertama-tama agak kesulitan tentang bahasa Inggris-nya, soalnya buku yang dipakai berbahasa Inggris semua. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa, meskipun di awal belajar agak kesulitan,” tutur mahasiswa asal Lamongan tersebut.
Meski demikian, ketiganya mampu lolos hingga babak final dan berhasil membawa medali. Tentu, ini menjadi satu dari sekian deretan prestasi membanggakan yang diraih oleh mahasiswa FK Unair.
“Menurut saya untuk babak qualifying round atau babak pertama dan second round proporsi soal kurang merata. Ada beberapa soal yang setahu tim saya tidak ada di referensi yang dicantumkan oleh panitia,” ujar Yasir mengutip laman resmi Unair, Kamis (17/3/2022).
Baca juga: Ini 3 Sekolah Penerbangan di Indonesia dan Peluang Kerjanya yang Menjanjikan
Sejalan dengan Yasir, Maulana mengungkapkan jika soal yang dikompetisikan ada yang tidak tercantum dalam buku yang dijadikan referensi oleh panitia. “Ada beberapa soal yang di luar prediksi, karena jawabannya ada di luar buku referensi yang mereka kasih,” kata Maulana.
Sementara Garuda, mengalami kesulitan di awal belajar, di mana buku dan referensi yang dikompetisikan semua berbahasa Inggris. “Pertama-tama agak kesulitan tentang bahasa Inggris-nya, soalnya buku yang dipakai berbahasa Inggris semua. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa, meskipun di awal belajar agak kesulitan,” tutur mahasiswa asal Lamongan tersebut.
Meski demikian, ketiganya mampu lolos hingga babak final dan berhasil membawa medali. Tentu, ini menjadi satu dari sekian deretan prestasi membanggakan yang diraih oleh mahasiswa FK Unair.
Lihat Juga :