Kembangkan Startup Chickin, Mahasiswa UB Masuk Forbes 30 Under 30
Jum'at, 18 Maret 2022 - 17:00 WIB
loading...
Mahasiswa UB masuk Forbes 30 Under 30. Foto/Tangkap layar laman UB.
A
A
A
JAKARTA - Startup agrikultur bagi peternak ayam Chickin besutan tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) telah diunduh ribuan peternak ayam di Indonesia. Dua foundernya yaitu Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra berhasil menjadi bagian dari Forbes Indonesia 30 Under 30 yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu.
Chickin Indonesia (Chickin) sendiri dibangun oleh Ashab Alkahfi (Agroekoteknologi FP) sebagai President, Tubagus Syailendra (Hubungan Internasional FISIP) sebagai CEO, dan Ahmad Syaifullah (Sistem Informasi FILKOM) sebagai Chief Technology Officer.
Proyek pembuatan startup tersebut telah dimulai sejak mereka duduk di bangku kuliah pada semester dua. Startup berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini dapat meningkatkan produktivitas peternak hingga 25 % lebih tinggi.
Baca: Mahasiswa, Ini Pentingnya Ikut Magang Sebelum Masuk Dunia Kerja
“Awal kami riset dan development di daerah Klaten Jawa Tengah. Di sana kita jadi peternak, lalu membangun kandang dan mulai usaha ternak ayam sampai akhirnya ketemu banyak permasalahan yang dihadapi peternak lokal. Dari situ kita mencoba solve problem dengan menggunakan teknologi,” kata Ashab mengutip laman resmi UB, Jumat (18/3/2022).
Chickin Indonesia (Chickin) sendiri dibangun oleh Ashab Alkahfi (Agroekoteknologi FP) sebagai President, Tubagus Syailendra (Hubungan Internasional FISIP) sebagai CEO, dan Ahmad Syaifullah (Sistem Informasi FILKOM) sebagai Chief Technology Officer.
Proyek pembuatan startup tersebut telah dimulai sejak mereka duduk di bangku kuliah pada semester dua. Startup berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini dapat meningkatkan produktivitas peternak hingga 25 % lebih tinggi.
Baca: Mahasiswa, Ini Pentingnya Ikut Magang Sebelum Masuk Dunia Kerja
“Awal kami riset dan development di daerah Klaten Jawa Tengah. Di sana kita jadi peternak, lalu membangun kandang dan mulai usaha ternak ayam sampai akhirnya ketemu banyak permasalahan yang dihadapi peternak lokal. Dari situ kita mencoba solve problem dengan menggunakan teknologi,” kata Ashab mengutip laman resmi UB, Jumat (18/3/2022).
Lihat Juga :