Kembangkan Startup Chickin, Mahasiswa UB Masuk Forbes 30 Under 30
Jum'at, 18 Maret 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Ashab menambahkan melalui Chickin, peternak tidak perlu melakukan pengontrolan iklim kandang ayam secara manual. Dengan teknologi ini, peternak bisa memasukkan data seperti sarana produksi peternak atau sapronak, data harian, dan data penjualan, sehingga performa lebih terukur dan dapat meminimalisir risiko melalui tindakan preventif.
Beberapa fitur yang ada pada Chickin Apps, yaitu kelola kandang, kelola data kandang, dan konfigurasi IoT yang bisa disesuaikan dengan keadaan cuaca, suhu dan kelembaban bahkan umur ayam. Saat ini, selain dengan 14 rumah potong, Chickin juga bermitra dengan 100 industri makanan sebagai penyuplai daging ayam.
Baca juga: Mahasiswa Perlu Tahu, Begini Persiapan untuk Memasuki Dunia Kerja
Ashab berharap nantinya Chickin bisa memberikan dampak yang lebih banyak bagi peternak. Saat ini Chickin mencatat pertumbuhan bisnis 22 kali dalam 10 bulan terakhir dan juga telah menutup putaran pendanaan sebesar Rp35 milyar dengan 3 investor global. Mereka menargetkan peningkatan omset sebesar Rp500 milyar di akhir tahun 2022 dengan 10 juta ekor ayam yang diberdayakan setiap bulannya.
Chickin Indonesia berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi untuk meminimalisir penggunaan antibiotik pada ayam organik, dengan mengendalikan suhu kandang. Mereka juga memberikan pembinaan pada peternak ayam secara cuma-cuma dengan tujuan memodernisasi peternak ayam Indonesia.
Beberapa fitur yang ada pada Chickin Apps, yaitu kelola kandang, kelola data kandang, dan konfigurasi IoT yang bisa disesuaikan dengan keadaan cuaca, suhu dan kelembaban bahkan umur ayam. Saat ini, selain dengan 14 rumah potong, Chickin juga bermitra dengan 100 industri makanan sebagai penyuplai daging ayam.
Baca juga: Mahasiswa Perlu Tahu, Begini Persiapan untuk Memasuki Dunia Kerja
Ashab berharap nantinya Chickin bisa memberikan dampak yang lebih banyak bagi peternak. Saat ini Chickin mencatat pertumbuhan bisnis 22 kali dalam 10 bulan terakhir dan juga telah menutup putaran pendanaan sebesar Rp35 milyar dengan 3 investor global. Mereka menargetkan peningkatan omset sebesar Rp500 milyar di akhir tahun 2022 dengan 10 juta ekor ayam yang diberdayakan setiap bulannya.
Chickin Indonesia berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi untuk meminimalisir penggunaan antibiotik pada ayam organik, dengan mengendalikan suhu kandang. Mereka juga memberikan pembinaan pada peternak ayam secara cuma-cuma dengan tujuan memodernisasi peternak ayam Indonesia.
(nz)
Lihat Juga :