PPLN Bebas Karantina, Bagaimana Pelajar Indonesia Kuliah ke Mancanegara?

Kamis, 31 Maret 2022 - 15:24 WIB
loading...
PPLN Bebas Karantina,...
Mahasiswa kelas dual degree Universitas Pertamina yang akan melanjutkan pendidikan di Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia. Foto/Dok/Uper
A A A
JAKARTA - Terhitung sejak penerapan kebijakan bebas karantina , dikatakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Indonesia melonjak tajam.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, misalnya, dikutip dari data perlintasan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), tak kurang dari 7.317 PPLN tercatat selama periode 13 hingga 24 Maret 2022. Sementara itu, jumlah PPLN di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (25/03/2022) mencapai 2.470 orang.

Baca juga: Pertamina Foundation Buka Lowongan Kerja Social Leaders Trainee untuk Lulusan S1, Tertarik?

Ada pun, untuk pergerakan penumpang internasional, menurut PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soetta, berjumlah 14.131 orang. Sejumlah 6.764 orang datang ke Indonesia, dan 7.367 orang berangkat dari Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan para pelajar Indonesia yang telah menunda keberangkatannya ke berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan sejak pandemi Covid-19?

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina (UPER), Budi W. Soetjipto, Ph.D, mengungkapkan, selama negara tujuan belajar telah membuka perbatasan, perjalanan luar negeri dalam rangka pendidikan dapat dilakukan.

Baca juga: Simak, Ini Panduan Daftar Ulang Calon Mahasiswa Lolos SNMPTN 2022

Aturan baru ini, menjadi angin segar bagi para mahasiswa kelas dual degree Universitas Pertamina yang akan melanjutkan pendidikan di Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia. Pasalnya, selama ini mereka terombang-ambing dalam ketidakpastian perkuliahan tatap muka di negeri jiran tersebut.

“Ada 29 mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Pertamina yang akan diberangkatkan ke UTP Malaysia melalui program dual-degree. Program ini memungkinkan mahasiswa dari UPER belajar di dua negara, dan lulus dengan dua gelar sekaligus, hanya dalam jangka waktu belajar empat tahun,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPER, Budi W. Soetjipto, Ph.D, dalam keterangannya, Kamis (31/3/2022).

Dikatakan Budi, skema perkuliahan program dual-degree adalah 2+2. Yakni, mahasiswa UPER belajar dua tahun di Indonesia, kemudian dua tahun di UTP, Malaysia. “Tersedia pula skema fast-track, di mana mahasiswa bisa mengambil program sarjana di UPER dan melanjutkan program pascasarjana di UTP dengan waktu yang lebih singkat,” lanjutnya.

Terpilihnya UTP sebagai kampus mitra UPER, menurut Budi, bukan tanpa alasan. Perguruan tinggi milik perusahaan migas multinasional, Petronas, tersebut menempati urutan ke-414 pada QS World University Rankings 2022 dan berada di urutan ke-72 pada QS Asia University Rankings 2022.

Sebelum bertolak ke Malaysia, Budi menghimbau para mahasiswa untuk memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

1. Kelengkapan Dokumen Persyaratan Keberangkatan

Saat ini, Tim Kantor Kerja Sama Internasional UPER sedang mengurus VISA Belajar untuk para mahasiswa. “Persyaratan untuk VISA Belajar di Malaysia sangat sederhana. Pemohon VISA hanya perlu melampirkan Letter of Acceptance (LoA) di program dual-degree, fotokopi paspor, pas foto, dan surat keterangan lain seperti pernyataan kesanggupan secara finansial dan hasil cek kesehatan,” ujar Budi.

2. Kebijakan Kedatangan Negara Tujuan

Ada pun terkait kebijakan karantina, menurut Budi, dilansir dari situs Kementerian Pertahanan Malaysia, pelajar internasional yang sudah mendapat dua kali dosis vaksin, tetap diwajibkan menjalani masa karantina selama tujuh hari. Jika sudah mendapat dosis booster, maka masa karantina akan dikurangi menjadi lima hari.

3. Protokol Kesehatan di Negara Tujuan

Menjelang keberangkatan nanti, sesuai dengan kebijakan Pemerintah Malaysia, para mahasiswa harus mempersiapkan surat keterangan tes PCR yang dilakukan dua hari sebelum keberangkatan dengan hasil negatif. Mereka juga diwajibkan mengunduh dan mengaktifkan aplikasi MySejahtera, yang memiliki fungsi seperti aplikasi PeduliLindungi di Indonesia.

Selain kelas dual-degree Program Studi Teknik Kimia dengan UTP, UPER juga memiliki program kelas internasional lain yang bekerja sama dengan berbagai kampus kenamaan di dunia. Misalnya kelas dual-degree Program Studi Manajemen dengan Minnesota State University.

Selain itu, UPER juga menyediakan program single degree single partner dan single degree multiple partner yang bekerja sama dengan berbagai kampus kenamaan dunia. Beberapa kampus yang telah secara resmi bekerja sama untuk program tersebut adalah: Kanazawa University; Toyohashi University of Technology; National Taiwan University of Science and Technology; University of Twente; IÉSEG School of Management; Minnesota State University; dan kampus unggulan internasional lainnya.

Bagi siswa-siswi yang ingin bergabung di program kelas reguler, saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes) dan Ujian Masuk Online untuk Tahun Akademik 2022/2023. Universitas Pertamina juga menyediakan beragam beasiswa. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Pendaftaran 3 Beasiswa...
Pendaftaran 3 Beasiswa LPDP Co-Funding S2 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kisah Pritta, 19 Kali...
Kisah Pritta, 19 Kali Gagal Beasiswa hingga Lolos LPDP ke London Kini Mengabdi untuk Anak Indonesia
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved